Spirit Kebangkitan Ummat

Selanjutnya akan datang kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudian belia SAW diam.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabarani) “Siapa saja yang melepaskan ketaatan, maka ia akan bertemu Allah pada hari kiamat tanpa memiliki hujjah. Dan siapa saja yang meninggal sedang di pundaknya tidak ada baiat, maka ia mati seperti mati jahiliyah (dalam keadaan berdosa).” (HR. Muslim). “Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan (memperlihatkan) bumi kepadaku. Sehingga, aku melihat bumi mulai dari ujung Timur hingga ujung Barat. Dan umatku, kekuasaannya akan meliputi bumi yang telah dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku….” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi) Abdullah Berkata, ”Pada saat kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba Rasulullah SAW ditanya, manakah di antara dua kota yang akan ditaklukkan pertama, Konstantinopel atau Roma(Italia). Rasulullah SAW bersabda: ”Kota Heraklius yang akan ditaklukkan pertama—yakni Konstantinopel.” (HR. Ahmad)

Rabu, 17 Oktober 2012

Senjata Bio-elektromagnetik: Senjata Pamungkas


(Bio-electromagnetic Weapons: The ultimate weapon)
ads33
Sebuah sistem senjata yang beroperasi pada kecepatan cahaya, yang dapat membunuh, menyiksa, memperbudak, melacak orang yang melarikan diri, Harlan Girard
A fully referenced version of this article is posted on ISIS members’ website. Details here
ads22
Senjata Pamungkas
Senjata elektromagnetik beroperasi pada kecepatan cahaya, mereka dapat membunuh, menyiksa dan memperbudak, tetapi sebagian besar masyarakat tidak menyadari bahwa senjata itu ada, karena senjata tersebut beroperasi secara sembunyi-sembunyi dan tidak meninggalkan bukti berupa jejak fisik. Senjata elektromagnetik ini telah diuji kepada manusia sejak tahun 1976. Dengan menyebarnya manusia di dunia yang merupakan subyek percobaan, namun di luar kesadarannya, senjata tersebut dengan antusias menyerang kredibilitasnya, keadaan ini telah memungkinkan bagi Amerika Serikat untuk terus melanjutkan percobaannya kepada manusia tanpa terhalang oleh diskusi atau kritik, apalagi oposisi.
Sistem senjata pamungkas saat ini sedang digunakan di Irak. Angkatan Udara Amerika Serikat dan Korps Marinir menyebutnya sebagai “active denial technology - teknologi penolakan aktif", seolah-olah senjata itu digunakan murni semata-mata untuk pertahanan, tetapi sebenarnya tidak.
Kebenaran mengenai “active denial technology - teknologi penolakan aktif ”
Hanya ada satu spektrum elektromagnetik. Senjata nuklir melepaskan banyak radiasi pengion (ionizing ) dalam rentang frekuensi tinggi di atas cahaya yang kelihatan, di mana energi radiasinya mampu memecah ikatan kimia. Radiasi pengion (ionizing ) umumnya diakui sebagai penyebab kanker.
Militer Amerika Serikat telah mempersenjatai dengan radiasi non-ionisasi di bawah kisaran yang terlihat dalam gelombang mikro dan gelombang radio yang digunakan di ponsel dan telekomunikasi. Pemerintah Amerika Serikat dengan keras telah membantah bahwa kemungkinan adanya bahaya terhadap kesehatan dari non-pengion radiasi elektromagnetik, baik dalam rangka mempertahankan penelitiannya terhadap manusia yang berada di luar kesadarannya yang sudah dilakukakannya selama bertahun-tahun tapi belum diakui, maupun dalam rangka mencegah negara-negara lain melakukan  pengembangan senjata sejenis .
Efek biologis satu-satunya dari radiasi non-pengion yang diakui pemerintah Amerika Serikat selama bertahun-tahun adalah pemanasan, dan dengan demikian hal tersebut mencirikan "Teknologi penolakan aktif - “active denial technology", sesuatu yang menghasilkan rasa sakit sebagai akibat terjadinya pemanasan pada kulit dengan mendadak, akan tetapi hal tersebut tidaklah menjelaskan bagaimana senjata itu benar-benar bekerja.
Membaca gelombang otak dan kendali pikiran
EEG
Pada tahun 1959, Saul B. Sells, seorang profesor psikologi sosial dari sebuah  universitas kecil di Amerika Serikat mengajukan proposal kepada Central Intelligence Agency (CIA) untuk membuatkan mereka mesin electroencephalography (EEG) yang paling canggih yang akan memiliki kapasitas komputasi integral untuk menganalisis dan positif memahami gelombang otak yang direkam. Dengan kata lain, sang profesor mengusulkan untuk membuat sebuah mesin yang bisa memberitahu CIA bagaimana seseorang berpikir, apakah orang ingin mengungkapkannya atau tidak informasi tersebut.
CIA menyetujui proyek ini pada tahun 1960, dengan menambahkan beberapa penelitian kepustakaan dengan lima tujuan. Kelima tujuan dari penelitian ini adalah untuk, "Teknik Dalam Mengaktifkan Organisme Manusia dengan Peralatan Elektronik Jarak Jauh ". Tugas keseluruhnya kemudian dikenal sebagai MKULTRA subproyek 119,  MKULTRA menjadi terkenal sebagai program pengendalian pikiran CIA. Hal ini didasarkan atas gagasan yang keliru bahwa Soviet telah memiliki sarana untuk mengontrol pikiran dan Amerika Serikat  harus mengejarnya secepat mungkin.
Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan MKULTRA subproyek 119  sekarang disimpan di Arsip Keamanan Nasional (sebuah organisasi non-pemerintah) di George Washington University, Washington, DC [1]. John Marks, penulis The Search for the Manchurian Candidate: The CIA and Mind Control,, (Times Books, New York, 1979) menyumbangkan dokumen MKULTRA, bukunya dicetak ulang oleh WW Norton & Company, Inc, New York, 1991 dan masih dicetak sampai sekarang.
Proyek Aneh ini diikuti MKULTRA subproyek 119 pada tahun 1965. Tujuan dari Proyek Aneh ini  adalah untuk merekam dan menganalisis sinyal rumit microwave yang waktu itu diduga menyoroti gedung Kedutaan Besar Amerika di Moskow yang  dilakukan oleh Soviet dari sebuah gedung di seberang jalan. Hal yang menarik tentang Proyek Bizarre adalah bahwa sementara Amerika Serikat menolak sampai hari ini bahwa ada efek terhadap kesehatan yang merugikan sebagai akibat radiasi gelombang mikro, tapi Amerika Serikat langsung mencurigai  bahwa "sinyal Moskow" memproduksi berbagai efek kesehatan terhadap staf  Kedutaan Besar Amerika, khususnya sewaktu pergantian Duta Besar yang baru dimana  kantor Kedutaan Besarnya diklaim sedang disrot sinyal. Pada saat yang sama Departemen Luar Negeri sedang menguji personil Kedutaan Besar dalam memecahkan DNA yang ditimbulkan oleh sinyal Moskow, namun akhirnya Amerika Serikat tidak jadi melakukan pengaduan kepada pemerintah Soviet karena kekuatan sinyalnya kecil sebagaimana dikatakan pemerintah Amerika Serikat bahwa sinyal tersebut masih dalam batas-batas aman untuk kadar manusia. Wartawan Barton Reppert telah menulis kisah yang paling otoritatif mengenai sinyal Moskow [2]. (Catatan Editor:. Pemecahan DNA dari pencahayaan kepada ponsel telah dikonfirmasi dalam penelitian laboratorium baru-baru ini [3, 4] (Science in Society 24))
ads44

Mengkonversi suara menjadi microwave
Pada tahun 1973, Joseph C. Sharp, seorang psikolog eksperimental di Walter Reed Army Institute of Research melakukan percobaan penting untuk pengembangan peralatan penyiksaan yang dikirim ke Irak hari ini. Dia bersama James Lin menyiapkan peralatan di laboratorium yang mengkonversi bentuk gelombang suara menjadi radiasi gelombang mikro yang memungkinkan dia untuk mendengar dirinya menyuarakan nama-nama angka dari satu sampai sepuluh di kepalanya, dengan melewatkan  mekanisme di telinganya sendiri. Percobaan ini tentu tidak pernah diterbitkan namun disebutkan dalam buku Lin, Microwave Auditory Effects and Applications, diterbitkan pada tahun 1978 [5].
Percobaan telah dikonfirmasi dengan US Patent 6 587 729, “Apparatus for Audibly Communicating Speech Using the Radio Frequency Hearing Effect”  [6]. Paten ini adalah untuk versi perbaikan dari peralatan yang digunakan dalam percobaan laboratorium tahun 1973 yang dikeluarkan pada tanggal 1 Juli 2003 yang ditugaskan kepada Secretary of the Air Force. Ini memberikan bukti ilmiah bahwa adalah mungkin untuk mendengar suara-suara ancaman di kepala seseorang tanpa menderita skizofrenia paranoid.
Mengapa paten ini dipublikasikan secara terbuka pada saat Pemerintah Amerika Serikat sedang melaksanakan program rahasia yang menyaingi Stalin Kremlin? Saya tidak memiliki jawaban yang memuaskan, kecuali mengatakan bahwa peralatan dalam paten telah digantikan dengan peralatan yang mencapai efek yang sama dengan sarana yang jauh lebih canggih. Ia  menghambat proses normal memori dan berpikir dengan cara elektronik dari jarak jauh, sementara pada saat yang sama memasok memori palsu, menyimpang dan / atau tidak menyenangkan serta saran melalui suatu proses yang disebut "telepati sintetik". Peralatan yang menghasilkan telepati sintetis ini kadang-kadang disebut juga sebagai "teknologi pengaruh - “influence technology”.".
Sementara suara dan visi, lamunan serta mimpi buruk adalah merupakan manifestasi paling menakjubkan dari sistem senjata ini, juga mampu melumpuhkan manusia dengan membatasi  jarak gerak normalnya (laki-laki dan perempuan) , menyebabkan nyeri akut yang setara dengan kegagalan organ penting dalam tubuh manusia atau bahkan kematian, dan mengganggu fungsi normal salah satu indera manusia. Dengan kata lain, beberapa penyiksaan telah menjadi identik dengan penyiksaan Teluk Guantanamo dapat dilaksanakan dari jarak jauh dengan sarana elektronik.
Instrumen penyiksaan
general-keith-b-alexander2general-david-lacquement1
Jenderal Keith B.  Alexander dan General David Lacquement
diduga menggunakan senjata rahasia anti-personil untuk menyerang
warga sipil yang tidak berdosa
Teknologi untuk mempengaruhi ini juga mampu membujuk pelaku bahwa pikiran mereka sedang dibaca, bahwa kekayaan intelektual mereka sedang dijarah, dan bahkan dapat memotivasi untuk melakukan bunuh diri atau membunuh keluarga, teman, dan rekan kerja.  Selama tahun-tahun  apa yang disebut dengan "Perang terhadap Narkoba" (mendahului "Perang Melawan Terorisme"), karakter  subyek manusia yang berada di luar kesadarannya telah melapor atau siap menyambut secara teratur keluar dari sistem, seolah-olah pemerintah memiliki operasi rahasia besar melalui kantor pos di seluruh negeri. Ketika George Herbert Walker Bush menjadi presiden (tahun 1989), insiden pembunuhan terhadap rekan kerja di kantor pos semakin meningkat dan ungkapan “going postal” mulai menggantikan ungkapan yang umumnya  digunakan yaitu  “going crazy”. Pembunuhan rekan kerja di tempat kerja lainnya juga mulai menuntut perhatian yang lebih dari media  [7].
Saya memperkirakan bahwa biaya untuk memenjarakan manusia (laki-laki dan perempuan) dan melakukan penyiksaan yang tak berkesudahan adalah sebesar US $ 5,000.000 menjadi $ 10.000.000/ tahun (lihat di bawah).
Dengan "penyiksaan yang tak berkesudahan" Maksudku ya penyiksaaan itu. Karena tidak ada bukti nyata yang ditinggalkan oleh peralatan penyiksaan baru ini seperti kerusakan kulit, adalah mungkin untuk menyiksa subyek manusia diluar kesadarannya selama 24 jam sehari, dan 365 hari setahun. Hal ini dapat dilakukan dan sedang dilakukan bahkan pada Natal dan Paskah [8].
Saya sampai kepada perkiraan mengenai biaya pengujian / menggunakan senjata elektromagnetik yang subjeknya manusia dengan mengunjungi sebuah saluran TV kabel yang mengkhususkan diri dalam penjualan barang yang selama 24 jam mengudara. Saya mempertanyakan mengenai berapa jumlah staf teknis yang diperlukan, jam kerja dan skala gaji, juga jumlah back-up personil yang dibutuhkan untuk mempersiapkan program siaran. Saya tidak menanyakan tentang biaya elektronik dan jadwal dengan biaya yang disusutkan. Saya telah memperkirakan biaya penyusutan yang termasuk dalam perkiraan saya untuk biaya menyiksa seorang subjek manusia yang berada diluar kesadarannya selama satu tahun.
Penyiksaan adalah bisnis padat karya. Tujuan apa yang akan membenarkan investasi ini? Mungkinkah sesuatu yang gila untuk menguasai dunia dengan cara memperbudak pemerintahan demokratis dari negara-negara yang  padat jumlah penduduknya? Tujuan ini tentunya konsisten dengan Amerika Serikat yang beroposisi terhadap ide PBB, Konvensi Internasional dan Perjanjian-perjanjian Internasional serta Hukum Adat Internasional yang telah diratifikasi  [9].
Pada tanggal 1 Maret 2001, Korps Marinir mengumumkan senjata baru yang tidak mematikan - non-lethal weapon, “active denial technology- teknologi penolakan aktif". Senjata ini mengakibatkan rasa sakit yang amat sangat yang diduga keras dilakukan dengan mendidihkan molekul air dalam kulit manusia tanpa merusak kulit itu sendiri. Seperti dijelaskan dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam New Scientist, menggunakan radiasi elektromagnetik denyut pada frekuensi 95 GHz dengan jarak sekitar 600 meter [10]. Terdapat  laporan baru dalam beberapa majalah di tahun 2005, termasuk satu yang diterbitkan pada bulan Juli [11], menjelaskan bahwa relawan mengambil bagian dalam tes untuk menentukan seberapa aman Active Denial System (ADS) jika senjata digunakan dalam realitas kerumunan-manusia yang dikontrol.  Sinyal senjata ADS tersebut dilaporkan telah menyebabkan rasa sakit dalam waktu 2 sampai 3 detik, dan menjadi "tak tertahankan setelah kurang dari 5 detik".
ads55

Teknologi penolakan aktif - Active denial technology adalah dasar sistem yang digunakan untuk menyiksa 2 000 orang di dalam privasi rumah mereka sendiri, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di seluruh dunia, termasuk di negara yang telah menandatangani Status of Forces Agreements dengan Amerika Serikat [12]. Tuduhan penyiksaan pertama kali diterima dari negara-negara dimana Amerika Serikat memiliki hubungan khusus dalam berbagi intelijen dengan Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Kemudian laporan mulai berdatangan dari negara-negara yang ditundukkan dimana Amerika Serikat masih memiliki sejumlah besar pasukan yang ditempatkan, yaitu Jerman dan Jepang. Ketika Perancis bergabung kembali dengan kekuatan militer NATO di akhir 90-an, kami mulai menerima pernyataan penyiksaan di Perancis. Baru-baru ini kami telah mulai menerima tuduhan penyiksaan dari India, di mana perusahaan-perusahaan Amerika telah mulai outsourcing, tidak hanya membantu lintasan, tetapi juga pemrograman [13].
Dan kemudian ada kasus di Rusia, di mana korban yang diluar kesadarannya , subyek manusia yang dijadikan percobaan penyiksaan tampaknya banyak dan terorganisasi dengan baik. Saya telah diberitahu dari sumber yang dapat dipercaya bahwa setiap ilmuwan Rusia yang bisa berbahasa Inggris kini telah mendapatkan naungan di sebuah universitas Amerika atau laboratorium pemerintah. Ini masuk akal, mengingat kekhawatiran Amerika sering menyuarakan bahwa ahli dalam persenjataan nuklir dan senjata biologi era Soviet (sekarang Russia) mungkin menemukan pekerjaannya di Iran. Ini adalah fakta bahwa pada akhir Perang Dunia II Angkatan Darat Amerika Serikat  membersihkan Jerman dalam operasi yang disebut Proyek Paperclip, merekrut, khususnya, para ilmuwan roket Nazi dan ahli dalam kedokteran kedirgantaraan. Beberapa ilmuwan lain direkrut hanya untuk menghilangkan kesempatan Uni Soviet terhadap sumber daya ini. Jadi apa yang terjadi dengan para ilmuwan Soviet yang tidak berbahasa Inggris? Pada waktunya kita akan mengetahui dengan pasti, tapi untuk saat sekarang ini merupakan dugaan yang dapat dipercaya bahwa setidaknya beberapa dari mereka telah digunakan untuk mempelajari sistem nilai dan proses pengambilan keputusan Rusia dengan menyiksa orang-orang Rusia lainnya dengan menggunakan "teknologi pengaruh - influence technology”  Amerika [14].
Dua artikel menarik dan penting mengenai senjata bio-electromagnetik baru-baru ini muncul dalam New Scientist: “Maximum pain is aim of new U.S. weapon” dan  “Police toy with ‘less lethal’ weapons”,  - keduanya ditulis oleh David Hambling [15]. Lihat juga US. Patent 6 536 440 25 Maret 2003 [16].
the-scream1the-scream2
The Scream - Israel blasts protesters with sonic gun ....
Sejak menyelesaikan artikel ini pada pertengahan Juni 2005, telah menjadi perhatian saya bahwa Israel telah menyebarkan sebuah alat yang disebut "The Scream", yang mengirim semburan yang dapat didengar, tapi suaranya tidak keras dan berlangsung pada interval sekitar 10 detik. Seorang fotografer di tempat demonstrasi mengatakan bahwa ia terus mendengar dering suara di kepalanya bahkan setelah ia menutupi telinganya. Hal ini menunjukkan kepada saya bahwa agen aktif adalah elektromagnetik ketimbang akustik. Dengan kata lain, orang-orang Israel telah muncul dengan perangkat yang jauh lebih pintar daripada "Teknologi penolakan aktif - active denial technology " Amerika Serikat. Ini tidak hanya berfungsi untuk menghalangi para perusuh, tetapi juga mengeluarkan peringatan suara yang telah diaktifkan, perangkat yang dimiliki Amerika Serikat tidak memilikinya, mempercayakan sepenuhnya kepada tamtama yang mengoperasikan alat  itu untuk menentukan seberapa jauh rasa sakit yang membakar musuh yang diterima. Margin kesalahan untuk perangkat Amerika Serikat  adalah tidak bermoral. Senja ini juga disebut senjata yang mematikan karena dalam prakteknya sangat sering mematikan [17]
Non-Lethal Weapon: Active Denial System (ADS)
Diterjemahkan oleh: akhirzaman.info

Related Posts by Categories

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar