Spirit Kebangkitan Ummat

Selanjutnya akan datang kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudian belia SAW diam.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabarani) “Siapa saja yang melepaskan ketaatan, maka ia akan bertemu Allah pada hari kiamat tanpa memiliki hujjah. Dan siapa saja yang meninggal sedang di pundaknya tidak ada baiat, maka ia mati seperti mati jahiliyah (dalam keadaan berdosa).” (HR. Muslim). “Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan (memperlihatkan) bumi kepadaku. Sehingga, aku melihat bumi mulai dari ujung Timur hingga ujung Barat. Dan umatku, kekuasaannya akan meliputi bumi yang telah dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku….” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi) Abdullah Berkata, ”Pada saat kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba Rasulullah SAW ditanya, manakah di antara dua kota yang akan ditaklukkan pertama, Konstantinopel atau Roma(Italia). Rasulullah SAW bersabda: ”Kota Heraklius yang akan ditaklukkan pertama—yakni Konstantinopel.” (HR. Ahmad)

Mercusuar - Muslimah - Bahasan Utama

Mercusuar
Infrastruktur Transportasi Negara Khilafah PDF Print E-mail
Oleh: Dr. Fahmi Amhar

Seorang ahli teknik sipil bertanya, seperti apa konsep infrastruktur transportasi negara khilafah?  Tentu tidak dengan serta merta pertanyaan ini dapat dijawab.  Apalagi bagi banyak orang, persoalan transportasi seakan hanya persoalan teknis.  Dan di zaman dulu teknologinya masih sangat berbeda, dan jumlah penduduknya juga masih sedikit, sehingga problema kemacetan yang parah seperti saat ini mungkin tidak pernah ada.
Tetapi, bagi seorang muslim pejuang syariah, pertanyaan apapun justru melecutnya untuk lebih mendalami syariat Islam beserta realitas empiris yang ada.  Maka dalam persoalan infrastruktur transportasi, kita akan mendapati setidaknya tiga prinsip:
Pertama, prinsip bahwa pembangunan infrastruktur adalah tanggungjawab negara, bukan cuma karena sifatnya yang menjadi tempat lalu lalang manusia, tetapi juga terlalu mahal dan rumit untuk diserahkan ke investor swasta.  Di Jakarta, karena inginnya diserahkan ke swasta, pembangunan monorel jadi tidak pernah terlaksana.
Kedua, prinsip bahwa perencanaan wilayah yang baik akan mengurangi kebutuhan transportasi.  Ketika Baghdad dibangun sebagai ibu kota, setiap bagian kota direncanakan hanya untuk jumlah penduduk tertentu, dan di situ dibangunkan masjid, sekolah, perpustakaan, taman, industri gandum, area komersial, tempat singgah bagi musafir, hingga pemandian umum yang terpisah antara laki-laki dan perempuan.  Bahkan pemakaman umum dan tempat pengolahan sampah juga tidak ketinggalan.  Sebagian besar warga tak perlu menempuh perjalanan jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya serta untuk menuntut ilmu atau bekerja, karena semua dalam jangkauan perjalanan kaki yang wajar, dan semua memiliki kualitas yang standar.
Ketiga, negara membangun infrastruktur publik dengan standar teknologi terakhir yang dimiliki.  Teknologi yang ada termasuk teknologi navigasi, telekomunikasi, fisik jalan hingga alat transportasinya itu sendiri.
Navigasi mutlak diperlukan agar perjalanan menjadi aman, tidak tersesat, dan bila ada masalah, dapat ditolong oleh patroli khilafah.  Untuk itulah kaum muslimin belajar astronomi dan teknik membuat kompas sampai ke Cina, dan mengembangkan ilmu pemetaan dari astronomi yang teliti.  Ratusan geografer menjelajah seluruh penjuru dunia dan membuat reportase negeri-negeri yang unik.  Hasilnya, perjalanan haji maupun dagang baik di darat maupun di lautan menjadi semakin aman.
Telekomunikasi dalam ujud yang sederhana juga makin berkembang.  Pesan yang dikirim lewat merpati pos, atau sinyal cahaya atau asap dari pos-pos patroli semakin canggih.  Para matematikawan bekerja keras membuat kode yang makin efisien dan aman dari penyadapan.
Teknologi & manajemen fisik jalan juga tidak ketinggalan.  Sejak tahun 950, jalan-jalan di Cordoba sudah diperkeras, secara teratur dibersihkan dari kotoran, dan malamnya diterangi lampu minyak.  Baru duaratus tahun kemudian, yakni 1185, baru Paris yang memutuskan sebagai kota pertama Eropa yang meniru Cordoba.
Sedang untuk kendaraannya sendiri, sesuai teknologi saat itu, kaum muslimin telah memuliakan jenis kuda dan unta yang makin kuat menempuh perjalanan.  Untuk di laut mereka juga banyak mengembangkan teknologi kapal. Tipe kapal yang ada mulai dari perahu cadik kecil hingga kapal dagang berkapasitas di atas 1000 ton dan kapal perang untuk 1500 orang.  Pada abad 10 M, al-Muqaddasi mendaftar nama beberapa lusin kapal, ditambah dengan jenis-jenis yang digunakan pada abad-abad sesudahnya.
Bahkan untuk transportasi udarapun ilmuwan muslim sudah memikirkan.  Abbas Ibnu Firnas (810-887 M) dari Spanyol melakukan serangkaian percobaan untuk terbang, seribu tahun lebih awal dari Wright bersaudara, sampai Sejarawan Phillip K. Hitti menulis dalam History of the Arabs, "Ibn Firnas was the first man in history to make a scientific attempt at flying."
Yang menarik, hingga abad 19 Khilafah Utsmaniyah masih konsisten mengembangkan infrastruktur transportasi ini.  Saat kereta api ditemukan di Jerman, segera ada keputusan Khalifah untuk membangun jalur kereta api dengan tujuan utama memperlancar perjalanan haji.  Tahun 1900 M Sultan Abdul Hamid II mencanangkan proyek “Hejaz Railway”.  Jalur kereta ini terbentang dari Istanbul ibu kota Khilafah hingga Mekkah, melewati Damaskus, Jerusalem dan Madinah.  Di Damaskus jalur ini terhubung dengan “Baghdad Railway”, yang rencananya akan terus ke timur menghubungkan seluruh negeri Islam lainnya.  Proyek ini diumumkan ke seluruh dunia Islam, dan umat berduyun-duyun berwakaf.  Kalau ini selesai, pergerakan pasukan khilafah untuk mempertahankan berbagai negeri Islam yang terancam penjajah juga sangat menghemat waktu.  Dari Istanbul ke Makkah yang semula 40 hari perjalanan tinggal menjadi 5 hari!
Rel kereta ini mencapai Madinah pada 1 September 1908.  Pada 1913, stasiun “Hejaz Train” di Damaskus telah dibuka dengan perjalanan perdana ke Madinah sepanjang 1300 Km.  Namun penguasa Arab yang saat itu sudah memberontak terhadap Khilafah karena provokasi Inggris melihat keberadaan jalur kereta ini sebagai ancaman.  Maka jalur ini sering disabotase, dan pasukan Khilafah tidak benar-benar sanggup menjaga keamanannya.
Perang Dunia-I mengakhiri semuanya.  Tak cuma Khilafah yang bubar, jalur kereta itupun juga berakhir.  Kini KA itu tinggal beroperasi sampai perbatasan Jordania – Saudi.[]
1 [62] Infrastruktur Transportasi Negara Khilafah
2 [61] Yaman pun Negeri Asal Para Ilmuwan
3 [60] Iran Memang Negeri Para Ilmuwan
4 [59] Ketika dunia belajar pengobatan
5 [58] Minyak dari Para Ulama
6 [57] Agar Mata untuk Melihat
7 [56] Peta Misterius Benua Selatan
8 [55] Menjadi Matematikawan Mulia
9 [54] Ketika Libya di Bawah Islam
10 [53] Mesir Negeri Para Ilmuwan
11 [52] Ketika di Tunisia Islam Berjaya
12 [51] Bunga dari Negeri Khilafah
13 [50] Ketika Wanita Bicara
14 [49] Mencari Resep Panjang Usia
15 [48] Menunjukkan Jalan yang Benar
16 [47] Globe yang tak Sekadar Mainan
17 [46] Musik yang Tidak Melalaikan
18 [45] Orang yang Menyambungkan Nafas
19 [44] Muslim itu Indah dan Wangi
20 [43] Saat Muslim Disiplin Waktu
21 [42] Ketika Muslim Cerdas Spasial
22 [41] Universitas Kelas Dunia
23 [38] Orang Alim itu Seorang Polymath
24 [37] Ketika Muadzin seorang Astronom
25 [36] Penjelajah yang Bukan Penjajah
26 [35] Islam Masuk Sampai ke Dapur
27 Satu Negeri Pergi Sekolah
28 Ketika Perpustakaan Jadi Identitas
29 Menjadi Cerdas dengan Kertas
30 Teknologi untuk Menutup Aurat
31 Ilmu Sosial bukan Anak Tiri
Menjadi Ibu Kreatif PDF Print E-mail

Menjadi ibu adalah sunatullah bagi para perempuan. Sebuah fase kehidupan yang seolah mengalir, tampak mudah dilakoni oleh semua perempuan.  Padahal, banyak hal baru yang ditemui ibu seiring dengan perannya sebagai manajer rumah tangga.
Saat menikah, ia dituntut mampu melayani suami dengan baik. Menyediakan makanan kesukaannya, segala keperluannya, hingga memuaskan nalurinya. Lalu ketika hamil, ia harus belajar bagaimana menjadi calon ibu. Apa yang harus dilakukan selama masa kehamilan, bagaimana agar lancar dalam persalinan, dst. Begitu si kecil lahir, tambah banyak lagi pelajaran yang harus diserap ibu: bagaimana cara menyusui, merawat bayi, jika bayi sakit, dst.
Ketika di bayi tumbuh menjadi kanak-kanak, ibu harus terus memberikan rangsangan, mendampinginya bermain sembari belajar, mengajarkannya berbagai ilmu kehidipan, dst. Pendek kata, ibu adalah murid, di mana sepanjang usianya harus terus belajar. Sebab, tidak ada ilmu pasti, bagaimana menjalankan peran sebagai ibu. Setiap saat, setiap waktu ada pelajaran baru yang harus dipelajarinya. Untuk itu, ibu dituntut kreatif, terlebih memang tidak ada sekolah khusus bagi kaum ibu.
Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjadi kreatif:
1. Mencoba hal-hal baru
Dalam hal apapun, ibu jangan takut mencoba hal-hal baru yang selama ini belum pernah dilakukan. Yang penting halal, boleh dipraktikkan. Seperti mencoba resep masakan baru, yang belum pernah disajikan di rumah. Menyediakan cemilan yang belum pernah disajikan, sehingga penghuni rumah tidak bosan. Termasuk mendesain ulang interior. Ya, sekali waktu, ubahlah penempatan perabot rumah atau mengganti warna cat tembok. Suasana baru, akan menimbulkan semangat baru. Terlebih anak-anak, cepat sekali bosan. Desain ulang kamarnya, niscaya membuat anak betah beraktivitas di kamar  “baru”-nya.
2. Terus belajar
Belajar bisa dilakukan kapan saja, di mana saja dan melalui cara apa saja. Ibu pun harus menambah wawasannya, baik membaca buku, mengikuti pelatihan/seminar, browsing internet, dll. Dalam kaidah Islam ada ungkapan seperti: “belajarlah sampai ke negeri Cina”, “belajar dari sejak buaian ibu sampai ke liang lahat”, ”untuk meraih kebahagaiaan di dunia capailah dengan ilmu, untuk meraih kebahagiaan di akhirat capailah dengan ilmu dan untuk meraih kedua-duanya capailah dengan ilmu”. Itu adalah ungkapan untuk memotivasi kita dalam membangun semangat belajar. Dan orang yang selalu belajar akan memiliki pola pikir kreatif dalam kesehariannya.
3. Sharing dengan orang-orang kreatif
Jika ingin mengetahui karakter seseorang, lihatlah dengan siapa dia berteman. Itu mungkin ungkapan yang tepat untuk menggambarkan betapa pentingnya arti seorang teman. Jika Anda selalu berhubungan dengan orang-orang kreatif, Anda akan menjadi orang kreatif. Jadi, sekali waktu ngobrollah dengan teman soal kerumahtanggaan. Muslimah tak harus membahas soal  dakwah melulu dengan teman satu pengajian, tapi juga sharing tentang pernak-pernik rumah tangga. Niscaya ada inspirasi-inspirasi baru dari obrolan itu.
4. Ciptakan suasana kondusif
Buatlah rumah tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga, juga tamu atau saudara yang datang. Suasana yang menyenangkan (fun), penuh rasa humor, spontan, dan memberi ruang bagi individu untuk melakukan berbagai permainan atau percobaan. Jangan jadikan rumah tegang karena seluruh penghuni serius atau lengang tanpa obrolan plus candaan. Meski tetap menjaga suasana spiritual, memegang teguh rasa hormat, kepercayaan dan komitmen sebagai norma yang berlaku, suasana rumah yang “cair” membantu penghuni merasa bahagia.(kholda)

1 [62] Menjadi Ibu Kreatif
2 [62] Peran Negara Memperkokoh Keluarga
3 [61] Menyiapkan Anak Menuju Kedewasaan
4 [60] Menghargai Jasa Ayah
5 [60] Hentikan Penyiksaan PRT!
6 [59] Mendidik Anak Cara Rasullulah
7 [59] Khalifah Pembela Sejati Perempuan
8 [58] Haruskah Menikah tanpa Restu?
9 [58] Profil Perempuan Mulia
10 [57] Gali Lubang Tutup Lubang
11 [57] Cantik-cantik Kok Kriminil
12 [56] Pola Asuh Sensitif Gender
13 [56] Algojo Itu Bernama Ibu
14 [55] Saat Anak Mulai Sekolah
15 [55] Hari Perempuan, untuk Siapa?
16 [54] Pangan Sehat Lindungi Keluarga
17 [54] Awas Jadi Budak Facebook!
18 [53] Bijak Menonton Televisi
19 [53] Valentine's Day, Komersialisasi Kemaksiatan
20 [52] Mengelola Pengeluaran di Tengah Mahalnya Barang
21 [52] Ibu Ideologis Pejuang Khilafah
22 [51] Menumbuhkan Empati pada Anak
23 [51] Selingkuh Mengancam Keluarga Muslim
24 [50] Menyempurnakan Komitmen Pernikahan
25 [50] 2011, Tahun Kebangkitan Perempuan?
26 [49] Trik Berkomunikasi dengan Anak Remaja
27 [49] Ketika Keperawanan Digadaikan...
28 [48] Menjaga Hubungan Menantu Mertua
29 [48] Stop Eksploitasi Tubuh Perempuan!
30 [47] Menjaga Ikatan Pernikahan
31 [47] Apa Kabar Bu Hajah Mabrur?
32 [46] Menjadikan Keluarga Gemar Membaca
33 [46] Ibu, Susuilah Anakmu!
34 [45] Meniru Hidup Sehat ala Rasul
35 [45] Membangun Kesehatan Jiwa
36 [44] Cara Berbakti pada Orang tua
37 [44] Liberalisme Ajarkan Durhakai Orang Tua
38 [43] Jangan Kalap Belanja Lebaran
39 [43] Takwa, Kecantikan Sejati
40 [42] Menyiapkan Anak Berpuasa
41 [42] Banyak Anak, Siapa Takut?
42 [41] Menghemat Belanja Rumah Tangga
43 [41] Selamatkan Anak dari Predator Seksual
44 [37] Mau Pintar Kok Mahal
45 [37] Lindungi Anak dari Bahaya Internet
46 [36] Derita Balita Korban Kapitalisme
47 [36] Kiat Menghindari Perceraian
48 [35] Artis Panas Berpolitik, Apa Kata Akhirat?
49 [35] Menciptakan Kebahagiaan
 Hikmah
1 [62] Orang-orang ‘Aneh’
2 [61] Bergaul dengan Orang-orang Shalih
3 [60] Peduli Terhadap Sesama Muslim
4 [59] Meretas Jalan Kebaikan
5 [58] Tunduk dan Pasrah kepada Allah SWT
6 [57] Memelihara Amalan Sunnah
7 [56] Pintu-pintu Kebajikan
8 [55] Bersungguh-sungguh Menjalankan Ketaatan
9 [54] Bersegera Menunaikan Kebajikan
10 [53] Memelihara Sikap Muraqabah
11 [52] Bersikap Jujur, Menjauhi Dusta
12 [51] Menyiapkan Bekal Untuk 'Hari Esok'
13 [50] Menikmati 'Taman Surga'
14 [49] Mari Bersyukur Setiap Waktu
15 [48] Bisnis yang Berbuah Surga
16 [45] Kafarat, Darajat, Munjiyat dan Muhlikat
17 [44] Takwa dalam Semua Keadaan
18 [43] Pintu-pintu Kebajikan
19 [42] Mengagungkan dan Mengamalkan Alquran
20 [41] Ramadhan dan Penyucian Diri
21 Agar Mulia Di Mata Allah SWT
22 Meraih Keutamaan Tanpa Melupakan Kewajiban
23 [37] Meraih Keutamaan Tanpa Melupakan Kewajiban
24 [36] Beramal Sesuai Harapan dan Kesanggupan
25 [35] Penghalang Menjadi Orang Shalih
26 Kematian, Perpisahan dan Penghisaban
27 Selalu Bersyukur dan Bersabar
28 Tiga Wasiat Agung Imam Ali ra.
29 Lima Pelajaran Berharga
  30 Di Antara Dua Pilihan  
    

Bahasan Utama        

1 [69] Kapitalisme, Sistem Cacat yang Sekarat
2 [69] Indonesia Juga Kapitalis
3 [69] Anti Kapitalisme Mendunia
4 [69] Saat Kapitalisme Digugat Pemeluknya
5 [68] Asing Intervensi Yasmin
6 [68] Kristen Diserang?
7 [68] Bukan SARA, Murni Hukum
8 [68] Kristen, Lempar Batu Sembunyi Tangan
9 [67] Peringatan yang Dibiarkan
10 [67] Misteri Kelompok Cirebon
11 [67] Aksi Solo Bom Solo
12 [67] Bom Solo Meledak, Momentum Terbangun
13 [66] Sistem Sekuler, Akar Disintegrasi Sosial
14 [66] Muslim di Tengah Arogansi
15 [66] Ambon Nangise
16 [66] Ambon Membara, Ulah Siapa?
17 [65] Wajib Jaga Papua
18 [65] Bau Anyir Para Meneer
19 [65] Bara Papua Merdeka
20 [65] Papua Merdeka, Papua Merana
21 [64] Bulan Perjuangan dan Kemenangan
22 [64] Ramadhan di Tengah Keprihatinan
23 [64] Bulan Keagungan dan Keberkahan
24 [64] Marhaban Yaa Ramadhan
25 [63] Ilusi-Ilusi Demokrasi
26 [63] Demokrasi = Korupsi
27 [63] Ada Uang, Dijamin Menang
28 [63] Kekuasaan Uang
29 [62] Hukum Pancung Kejam?
30 [62] Pahlawan Devisa yang Teraniaya
 
[69] Kapitalisme, Sistem Cacat yang Sekarat PDF Print E-mail
Friday, 03 February 2012 15:20
Islam menjadi satu-satunya alternatif terhadap sistem ekonomi kapitalisme saat ini.
Bukan hanya kali ini kapitalisme mengalami guncangan. Berkali-kali sistem ekonomi ini terseok-seok. Dengan tambal sulam, yang berarti melepaskan diri dari prinsip dasar, kapitalisme terselamatkan untuk sementara. Namun akankah krisis kali ini akan bisa diatasi?
Banyak pakar ekonomi berpendapat, krisis kapitalisme saat ini melebihi krisis yang pernah terjadi sebelumnya. Bahkan jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan great depression, Oktober 1929, yang juga dimulai di Wall Street.
Krisis ini bukan disebabkan faktor luar tapi faktor dalam yakni kapitalisme itu sendiri. Kapitalisme, Sistem Cacat yang Sekarat
Bukan hanya kali ini kapitalisme mengalami guncangan. Berkali-kali sistem ekonomi ini terseok-seok. Dengan tambal sulam, yang berarti melepaskan diri dari prinsip dasar, kapitalisme terselamatkan untuk sementara. Namun akankah krisis kali ini akan bisa diatasi?
Banyak pakar ekonomi berpendapat, krisis kapitalisme saat ini melebihi krisis yang pernah terjadi sebelumnya. Bahkan jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan great depression, Oktober 1929, yang juga dimulai di Wall Street.
Krisis ini bukan disebabkan faktor luar tapi faktor dalam yakni kapitalisme itu sendiri. Dr Mohammad Malkawi, penulis buku berjudul: The Fall of Capitalism and Rise of Islam, menjelaskan, adanya cacat serius dalam sistem kapitalisme dan ketidakmampuannya untuk mempertahankan stabilitas ekonomi dunia di bawah kapitalisme.
Sistem ini sangat rapuh. Bahkan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) M Ismail Yusanto menyebut sistem ekonomi kapitalis ini bersifat self-destructive (menghancurkan diri sendiri).
Paling tidak ada tiga pilar utama sistem ekonomi kapitalis ini. Yakni (1) riba yang diwujudkan dalam perbankan (baik bank komersial yang memberikan kredit, maupun bank investasi/lembaga sekuritas yang membeli surat utang (umumnya melalui pasar modal); (2) judi yang mewujud dalam bursa saham dan pasar uang; (3) sistem uang kertas yang standarnya dolar.
Sistem ribawi ini menyebabkan uang yang beredar di sektor riil (produksi) jauh lebih kecil dibandingkan dengan di sektor non riil. Ini karena perbankan harus bisa memutar uang yang ada demi memberikan bunga kepada nasabahnya. Tentu uang itu tidak diputar di sektor riil seperti pemberian kredit tapi di sektor lain seperti pasar uang dan surat utang. Makanya, begitu gejolak terjadi dampaknya akan sangat dahsyat karena tidak bertumpu pada ekonomi riil. Inilah yang disebut bubble economy (ekonomi balon).
Sistem ribawi ini juga menyebabkan harta hanya beredar di kalangan orang kaya saja.  Orang miskin tidak dapat menikmati dana banyak yang ada di perbankan karena tidak punya agunan.  Orang kaya akan mudah mendapatkan kucuran dana. Nah, dana yang mereka peroleh dapat dijadikan mesin uang lagi dengan diinvestasikan di sektor non riil misalnya dengan mencari bunga lagi yang lebih besar. Jika terjadi sesuatu, uang itu bisa habis tanpa sisa karena memang tidak ada yang riilnya.
Sistem ini meniscayakan uang tidak lagi dijadikan sebagai alat tukar semata tapi sudah berubah menjadi komoditas yang diperdagangkan misalnya dalam bursa valuta asing dan dalam bursa saham. Dari uang bisa ditarik keuntungan (interest) alias bunga/riba dari setiap transaksi peminjaman atau penyimpanan. Bursa-bursa itu penuh spekulasi alias judi.
Ketika bursa saham gonjang-ganjing maka para pemilik saham pun rugi dan jatuh ‘miskin’.  Padahal, mereka adalah pemilik perusahaan.  Akibatnya, banyak perusahaan yang mengalami kredit macet. Gagal bayar perusahaan mengakibatkan likuiditas bank menurun.  Kinerja bank yang sebelumnya jeblok menjadi semakin hancur. Sedangkan nilai perusahaan/kekayaan menurun sehingga perusahaan dijual murah atau mem-PHK karyawannya.
Turunnya harga saham menyebabkan turunnya ekspor dan berkurangnya arus modal masuk, yang menyebabkan kurs uang melemah.  Ini karena mata uangnya kertas dan standarnya adalah dolar. Siapa yang bisa menghentikan pencetakan uang ini? Ketika dolar terguncang, sudah pasti semua mata uang dunia ikut terguncang
Islam sebagai Solusi
Malkawi yang tinggal di Amerika ini menegaskan, keruntuhan kapitalisme pasti akan terjadi. Sebagai gantinya adalah sistem Islam. Menurutnya, Islam memiliki ide-ide dan pemikiran yang dirumuskan dengan baik dan sistem yang terstruktur. Selain itu, Islam memiliki catatan sejarah penerapan lebih dari 1300 tahun yang menunjukkan bahwa Islam mampu menghasilkan sistem produktif yang dapat mengatasi dan menyelesaikan masalah-masalah manusia yang paling dasar seperti makanan, keamanan, kesehatan, pendidikan dan stabilitas. ”Masalah satu-satunya pada hari ini hanyalah bahwa Islam tidak diterapkan dalam kerangka negara dan masyarakat,” katanya.
Dalam Islam, uang dikembalikan kepada fungsinya sebagai alat tukar saja. Mata uang dibuat dengan basis emas dan perak (dinar dan dirham di mana 1 dinar emas syar’i beratnya 4,25 gram emas dan 1 dirham perak syar’i beratnya 2,975 gram perak). Mata uang ini akan stabil, bebas guncangan.
Sedangkan ekonomi digerakkan hanya oleh sektor riil saja. Tidak akan ada sektor non riil—dalam arti orang berusaha menarik keuntungan dari mengkomoditaskan uang dalam pasar uang, bank, pasar modal dan sebagainya.
Dalam sistem seperti ini, uang yang beredar pasti hanya akan bertemu dengan barang dan jasa — bukan dengan sesama uang seperti yang terjadi pada transaksi perbankan atau pasar modal dalam sistem kapitalis. Semakin banyak uang beredar, semakin banyak pula barang dan jasa yang diproduksi dan diserap pasar. Akibatnya pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat sehingga lapangan pekerjaan terbuka, pengangguran bisa ditekan, kesejahteraan masyarakat meningkat. Semua pertumbuhan itu berlangsung secara mantap (steady growth), tanpa ada kekhawatiran terjadi kolaps.
Persoalannya tinggal menunggu negara yang menerapkannya. Tentu negaranya bukan negara kapitalis atau sosialis, tapi negara Islam. Itulah Daulah Khilafah Islamiyah. [] Mujiyanto

Ekonomi Judi

Prof Maurice Allais, peraih Nobel ekonomi 1997 dalam tulisannya The Monetary Conditions of an Economy of Market” menyebut bursa saham dunia saat ini sebagai big casino (kasino besar) dengan meja judi yang disebar ke seluruh antero dunia mulai dari New York, London, Tokyo, Hongkong, Frankfurt, hingga Paris.
Dalam penelitiannya yang melibatkan 21 negara besar, Allais menunjukkan bahwa uang yang beredar di masyarakat (sebagai private goods) jauh lebih banyak daripada yang berputar di sektor riil (sebagai public goods). Menurutnya, uang yang beredar di sektor non riil tiap hari mencapai lebih dari 440 milyar US dolar, sedang di sektor riil hanya sekitar 30 milyar US dolar atau kurang dari 10 persennya.
Kondisi ini membuat fungsi uang sebagai lokomotif penggerak kegiatan ekonomi tidak lagi efektif karena telah berubah fungsi menjadi komoditas. Bila beredarnya uang diharap akan menyebarkan kemakmuran dan mengurangi pengangguran, maka harapan itu kini tidak lagi dapat diwujudkan. Fakta sudah bicara![] MJ
 






    31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42

43

44

45

46

47

48

49

50

51

52

53

54

55

56

57
372
58

59

60

 61

62

63

64

65

66

67

68

69

70

71

72

73

74

75

76

77

78

79

80

81

82

83

84

85

86

87

88

89

90

  91

92

93

94

95

96

97

98

99

100

101

102

103

104

105

106

107

108

109

110

111

112

113

114

115

116

117

118

119

120



121

122

123

124

125

126

127

128

129

130

131

132

133

134

135

136

137

138

139

140

141

142

143

144

145

146

147

148

149

150



151

152

153

154

155

156

157

158

159

160

161

162

163

164

165

166

167

168

169

170

171

172

173

174

175

176

177

178

179

180



181

182

183

184

185

186

187

188

189

190

191

192

193

194

195

196

197

198

199

200

201

202

203

204

205

206

207

208

209

210


 http://mediaumat.com/headline-news
























































































































































http://mediaumat.com/muslimah