Spirit Kebangkitan Ummat

Selanjutnya akan datang kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudian belia SAW diam.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabarani) “Siapa saja yang melepaskan ketaatan, maka ia akan bertemu Allah pada hari kiamat tanpa memiliki hujjah. Dan siapa saja yang meninggal sedang di pundaknya tidak ada baiat, maka ia mati seperti mati jahiliyah (dalam keadaan berdosa).” (HR. Muslim). “Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan (memperlihatkan) bumi kepadaku. Sehingga, aku melihat bumi mulai dari ujung Timur hingga ujung Barat. Dan umatku, kekuasaannya akan meliputi bumi yang telah dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku….” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi) Abdullah Berkata, ”Pada saat kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba Rasulullah SAW ditanya, manakah di antara dua kota yang akan ditaklukkan pertama, Konstantinopel atau Roma(Italia). Rasulullah SAW bersabda: ”Kota Heraklius yang akan ditaklukkan pertama—yakni Konstantinopel.” (HR. Ahmad)

Selasa, 06 Maret 2012

Indonesia Tanpa Liberal, FPI Buka Skandal Perempuan Dedengkot JIL Di Komnas HAM, Injil bertinta emas yang menyatakan ''Yesus yakin kedatangan Nabi Muhammad (SAW)'' ditemukan di Turki,



Indonesia Tanpa Liberal: Membongkar Kedok Kaum Fasik Liberal (Bag 1)

Jakarta (VoA-Islam)- “Waspadalah terhadap mafia Sepilis yang menipu umat dengan segudang gelar akademis, memakai jas cendekiawan dan dasi ilmuwan melalui performa modernis serta diplomasi intelektual, untuk melakukan manipulasi hujjah dan korupsi dalil, atas nama maslahat, pembaharuan, persamaan, persatuan, kemanusiaan, kebebasan, keadilan dan HAM! Mereka adalah perusak akidah, penghancur akhlak, pemerkosa syariat dan penoda agama.”
Demikian pesan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab terkait bahaya sepilis yang menjangkit negeri ini.
Bagi masyarakat awam, barangkali tidak semuanya mengetahui apa itu Sepilis dan bahaya yang ditimbulkannya. Untuk mengetahuinya secara detail, yuk kita rame-rame membongkar kedok sepilis hingga akar-akarnya. Voa-Islam akan menulis tema “Indonesia Damai Tanpa Liberalisme” ini dalam beberapa bagian.
Ketahuilah, Sepilis adalah singkatan dari Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme. Apa itu Sekulrasisme? Sekularisme adalah suatu isme (aliran pemikiran atau pemahaman) yang mempercayai dan meyakini serta mengimani, bahwa agama harus dipisah dari negara, sehingga dalam mengelola negara tidak boleh membawa simbol atau atribut agama, apalagi ajaran agama. Dalam prakteknya, sekularisme telah menjadi suatu ideology yang anti agama, bahkan memusuhi agama.
Lalu Ketahuilah, Sepilis adalah singkatan dari Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme. Apa itu Sekulrasisme? Sekularisme adalah suatu isme (aliran pemikiran atau pemahaman) yang mempercayai, bahwa agama harus dipisah dari negara, sehingga dalam mengelola negara tidak boleh membawa simbol atau atribut agama, apalagi ajaran agama. Dalam prakteknya, sekularisme telah menjadi suatu ideologi yang anti agama, bahkan memusuhi agama.
Lalu apa itu Pluralisme? Pluralisme adalah isme (aliran pemikiran atau pemahaman) yang meyakini bahwa semua agama sama dan benar, sehingga siapapun – termasuk Nabi dan Rasul sekalipun – tidak berhak mengklaim ajaran agamanya yang paling benar. Dalam prakteknya, pluralisme telah menjadi suatu ideologi lintas agama yang mencampuradukkan-ajaran semua agama.
Sedangkan Liberalisme adalah suatu isme (aliran pemikiran atau pemahaman) yang mengimani, bahwa nash Al Qur’an dan As-Sunnah harus tunduk pada akal, dan bahwasannya manusia memiliki kebebasan mutlak, sehingga siapapun – termasuk Tuhan sekalipun – tidak berhak untuk mewajibkan atau mengharamkan sesautu atas manusia. Karena Wajib-Haram adalah pemasungan kebebasan dan pemerkosaan HAM. Dalam prakteknya, liberalism telah menjadi suatu ideologi yang membolehkan berbagai kemungkaran, seperti pornografi, pornoaksi, perzinahan, homosex, lesbian, pelacuran, pemurtadan, aliran sesat, dan penistaan agama.
Fatwa Haram MUI
Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam Munasnya yang ke-7 (pada 25-29 Juli 2005) di Jakarta, telah menetapkan 11 fatwa. Diantara fatwa MUI tersebut, ada fatwa tentang pluralism agama, sekularisme, dan liberalisme.
Dalam fatwanya, MUI menjelaskan apa yang dimaksud dengan pluralisme agama. Menurut MUI, Sekularisme adalah memisahkan urusan duniawi dari agama, dimana agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesama manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial.
Sedangkan Pluraslisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan, bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative. Oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar, sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidu berdampingan di surga.
Pluralisme agama berbeda dengan pluralitas agama. Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan
Adapun Liberalisme, menurut MUI, adalah memahami nash-nash agama (al-Qur’an dan As-Sunnah) dengan cara menggunakan akal pikiran yang bebas, hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.
MUI memutuskan, pluralism, sekularisme dan liberalism agama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. Umat Islam haram mengikuti paham pluralism, sekularisme dan liberalisme agama. Dalam masalah akidah dan ibadah, umat Islam wajib bersifat eksklusif, dalam artian haram mencampuradukkan antara akidah dan ibadah umat Islam dengan akidah dan ibadah pemeluk agama lain.
Bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain (pluralitas agama), dalam masalah social yang tidak berkaitan dengan akidah dan ibadah, umat Islam bersikap insklusif, dalam artian tetap melakukan pergaulan social dengan pemeluk agama lain sepanjang tidak saling merugikan. (Ditetapkan di Jakarta, tanggal 29 Juli 2005).
Kebakaran Jenggot
Begitu fatwa MUI dikeluarkan, maka kebakaran jenggotlah para pengasong liberal dan pembelanya. Termasuk tokoh-tokoh seperti Gus Dur, Ulil Abshar Abdalla, Dawam Rahardjo, Johan Effendy, Syafii Anwar, dan para tokoh lintas agama lainnya. Serta merta, para pengasong liberal itu seperti ditikam bara, menjerit “kepanasan” seraya berkata:  bahwa Indonesia bukan negara Islam.
Selain fatwa haramnya paham Sepilis, MUI juga mengeluarkan fatwa haramnya doa bersama. Dalam Islam, doa bersama tidak dikenal dan merupakan bid’ah. MUI memutuskan, doa bersama yang dipimpin oleh tokoh non-muslim haram hukumnya. Namun, mubah (boleh) jika dipimpin tokoh muslim. Sedangkan doa bersama secara bergiliran adalah haram mengamini doa-doa dari agama lain.
MUI juga menetapkan fatwa, bahwa perkawinan beda agama adalah haram dan tidak sah. Ditetapkan pula, Islam tidak membei hak saling mewarisi antara muslim dan non-muslim. Sehingga pewarisan keduanya hanya dapat dilakukan dengan cara hibah, wasiat dan hadiah. Fatwa-fatwa MUI tersebut menambah pukulan telak buat kaum liberal. Desastian


Barbar!!! Dayak Kafir Sangat Bernafsu Bunuh Pimpinan FPI

JAKARTA (voa-islam.com) - Peristiwa pengepungan terhadap empat pimpinan FPI yaitu Ustadz Sobri Lubis (Sekjen FPI), Habib Muchsin Al- Attas (Ketua DPP FPI), Ustadz Awit Masyhuri (Ketua Bidang Dakwah FPI) dan Ustadz Maman Suryadi Abdurrahman (Panglima Laskar FPI) ternyata tidak berhenti di Bandara Tjilik Riwut saja. Warga Dayak kafir yang terporovokasi melanjutkan aksinya menuju kota Kapuas.
Tepatnya, hari Sabtu (11/2/2012) sore hari, delegasi DPP FPI melalui kota Banjarmasin tiba di Kuala Kapuas, malamnya diterima di rumah Bupati Kapuas Ir. H. Muhammad Mawardi, MM. Sehubungan adanya info bahwa puluhan truk mengangkut ratusan warga Dayak Palangkaraya menuju Kapuas, maka Bupati segera menghubungi Gubernur Kalimatan Tengah untuk mencegah hal tersebut, tapi Gubernur Kalteng lepas tangan.

Malam itu, Sabtu (11/02/2012), ratusan warga Dayak kafir Palangkaraya mengepung rumah Bupati Kapuas dengan membawa senjata tajam dan tercium bau minuman keras (miras) sambil berteriak menantang perang.
Himbauan Kapolres, Bupati dan pimpinan warga Dayak tidak didengar oleh pimpinan maupun massa Dayak kafir yang mabuk dan bernafsu untuk membunuh pimpinan FPI. Pada akhirnya, warga Dayak Muslim Kapuas bersama warga lainnya tetap melanjutkan acara Maulid di Kuala Kapuas, ada pun Delegasi FPI dengan bantuan KODIM setempat meninggalkan lokasi menuju Banjarmasin.
Menurut Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, Bupati dan Kapolres serta Dandim Kapuas telah bekerja sangat baik, tapi Gubernur Kalteng Agustinus Teras Narang dan Kapolda Kalteng Brigjen. Pol. Damianus Jackie telah menjadi provokator.

Oleh karena itu, Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Syihab menuntut pencopotan terhadap Gubernur dan Kapolda Kalimatan Tengah. Keduanya diduga kuat membiarkan peristiwa pengepungan di Bandara Cilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sebagai ekses dari tindakan provokasi terhadap warga Dayak tersebut, rumah anggota FPI Habib Muhri bin Muhammad Bahasyim di Palangkaraya dihancurkan oleh massa.
“Copot Gubernur Kalteng dan Kapolda Kalteng! keduannya penjahat kemanusiaan yang telah membiarkan warga Dayak Palangkaraya merusak rumah tokoh Muslim H. Muhri Muhammad Bahasyim dan sejumlah warga Muslim lainnya di kota Palangkaraya, serta membiarkan pengepungan, bahkan masuk landasan Bandara, juga mengepung rumah Bupati Kapuas,” tegas Habib,  Ahad (12/02/2012).
Bukan hanya itu, Gubernur dan Kapolda Kalimatan Tengah diduga telah membiarkan rencana dan upaya pembunuhan terhadap Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI). Hal itu terbukti, ketika rapat massa pengacau dan pelepasannya justru muncul dari Komplek Kantor Gubernur Kalteng dengan sepengetahuan Gubernur dan Kapolda Kalteng.

“Gubernur dan Kapolda kalimatan tengah mebiarkan rencana dan upaya pembunuhan terhadap Pimpinan FPI sejak pagi hingga malam. Buktinya, rapat massa pengacau dan pelepasannya justru dari Komplek kantor Gubernur Kalteng dengan sepengetahuan Gubernur dan Kapolda Kalteng. Keduanya juga ditengarai terlibat konflik agraria yang telah merugikan dan menzalimi para petani warga Dayak Seruyan di Kalteng yang saat ini sedang dibela DPP FPI,” Lanjutnya.

Masih kata Habib, salah seorang tokoh Seruyan yang juga anggota DPRD saat ini juga dikabarkan sedang dalam perlindungan DPP FPI di Jakarta karena mau “dikerjai” oleh Gubernur dan Kapolda Kalteng. Direncanakan beberapa hari kedepan, DPP FPI akan mendampingi anggota DPRD tersebut mengadu ke DPR RI dan Komnas HAM serta instansi Pemerintah lainnya. Selanjutnya, Habib Rizieq menyerukan kepada semua pihak untuk terus membela rakyat tertindas. “Ayo, bela rakyat dan ganyang Pejabat jahat!”, tegasnya. [widad/fpi]

Di Komnas HAM, FPI Buka Skandal Perempuan Dedengkot JIL

Rabu, 22 Februari 2012 | 09:40:02 WIB
Jakarta (SI ONLINE) - Kebobrokan kelompok yang menuntut pembubaran Front Pembela Islam (FPI) terus diungkap. Setelah membuka dugaan adanya dana Rp. 62 Milyar yang mengalir untuk membubarkan FPI, pengurus FPI kembali membuka borok orang yang berniat membubarkan FPI sejak 2006 itu. Kali ini FPI membuka skandal perempuan dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdalla. Jika terbukti kebenarannya ini adalah skandal yang sangat memalukan.

Awalnya, Ketua DPP FPI Bidang Nahi Munkar Munarman ditanya oleh seorang wartawan mengenai sikap FPI atas penolakan sejumlah "kalangan masyarakat" atas keberadaan FPI. Mendengar pertanyaan itu, Munarman menjawab selama ini tidak ada masyarakat yang menolak FPI. "Masyarakatnya siapa dulu?", Munarman balik tanya, wartawan yang tadi bertanya pun jadi gelagapan.

Munarman menambahkan bahwa fakta di lapangan tidak ada masyarakat yang menolak FPI. "Jangan dipersepsikan salah lagi", lanjut advokat senior itu.

Menyinggung segelintir orang Liberal yang berdemo di Bundaran HI pasca Insiden Palangkaraya beberapa waktu lalu, Munarman menjelaskan bahwa mereka bukanlah masyarakat, tetapi kelompok banci, homo dan perempuan dugem. "Yang demo itu banci, homo, sama perempuan dugem. Bagi saya itu itu sampah", kata Munarman.

Para wartawan yang mengerubuti Munarman di depan Ruang Asmara Nababan, Gedung Komnas HAM, terus mendesak dan memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang menolak FPI. Munarman pun kembali menegaskan, "Ngga ada, saya jamin tidak ada. Itu preman.  Yang menolak FPI itu yang suka dugem, main perempuan dan menghamili anak perempuan di bawah umur. Kalau mau bukti, ini saya punya buktinya. Ini nama perempuannya ada".

Lantas, kepada para wartawan Munarman menunjukkan bukti pesan Blackberry Mesenger (BBM) antara Ulil Abshar Abdalla dengan seorang perempuan bernama Marchelinta Dhika. Seorang wartawan diminta membaca pesan itu:


Aku merasa berbuat salah pd isteriku krn aku telah selingkuh dg perempuan lain
Aku Ingin kembali mencintai isteriku saja
Aku pernah suka kamu, itu aku akui


"Lebay..ini aktivis yang katanya anti-FPI", cetus Munarman.

Kemudian Direktur An Nashr Institute itu balik bertanya, "Jadi siapa yang menolak FPI?", Tukang dugem, pelaku zina, pezina ini. Jangan coba-coba dia main sama kita. Kita punya kartunya", kata Munarman.

Munarman lantas menceritakan perihal skandal yang terjadi antara Ulil dengan Marchelinta. Menurutnya, perempuan itu dihamili Ulil di luar nikah. Perempuan itu lantas diminta menggugurkan janinnya dengan imbalan sebuah mobil. Ternyata Ulil tidak memenuhi janji itu, tetapi hanya memberi uang ratusan juta kepada orang tua perempuan itu. Hingga kecewalah perempuan itu.
Jika Ulil merasa difitnah atau nama baiknya dicemarkan, Munarman mempersilahkan Ulil menggugat dirinya. "Kalau Ulil mau menggugat saya, silahkan", tantang Munarman.

Penasaran dengan cerita itu, lantas Suara Islam Online menelusuri lebih lanjut kebenarannya. Ternyata, selain pesan BBM di atas masih banyak lagi pesan BBM Ulil kepada perempuan di bawah umur yang tinggal di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan itu. Misalnya Ulil pernah cemburu dengan teman laki-laki baru perempuan itu. Hal itu diungkapkannya dalam pesan BBM:

Kamu menyakiti aku berkali2, aku berusaha sabar
Yg terakhir kemaren itu, aku sudah tak tahan
Aku baru saja kirim bunga Valentine ke kamu, tiba2 kamu pacaran dengan cowo lain, dan kamu tunjukin di pp BB


Bahkan ada pula pesan BBM yang isinya berbicara soal perzinahan yang sengaja SI Online tidak menuliskannya, karena saking parahnya. Naudzubillah.

SI Online juga berusaha menelusuri akun twitter Marchelinta. Ternyata benar, di akun itu SI Online menemukan "kicauan" Marchelinta, diantaranya:

(2012-02-19)
Kok jadi saya yg di bawa2 !! Oh ulil abshar abdallah..takut kali ktemu saya skrg,RT @ArdiMajoEndah: Maksudnya @dhika_mutiara ? "@mjsihaloho: @ulil Gus Ulil, salam dari Marchelinta Dika. Wah.. Boleh juga Gus ini.."

(2012-02-19)
Ada deh cukup saya dan keluarga saya saja yg tahu :)thnxsRT@ArdiMajoEndah: Wah... salahnya @ulil apa? RT @dhika_mutiara: Kenal bgt sm saya,dia nga brani ktemu saya,krna punya salah :)

(2012-02-19)
Oke boleh itu lebih baik biar dia sadar akn kesalahanya :)RT @ArdiMajoEndah: Aku cc in ke @ulil yah :) RT @dhika_mutiara: RT @pepatah: Kadang kamu memilih untuk sendiri, karena kamu menunggu ... http://t.co/0MoYAfOV


Ketika seseorang dengan akun @dduror menanyakan apakan benar @dhika_mutiara adalah akun ceweknya @ulil, Merchelinta menjawab: Jgn di twiter dunk privasi gw ne !!!RT @Peace_Muslimah: @humaidiy @dduror @ulil @dhika_mutiara benar itu ceweknya ulil,???

Rabu malam, (21/2/2012), Suara Islam Online mengklarifikasi persoalan ini ke Marchelinta. Melalui pesan singkat (SMS), Marchelinta membenarkan bahwa ia pernah mempunyai hubungan spesial dengan Ulil Abshar Abdalla. "Iyah dengan ulil abshar abdallah...tahun kmren pas bulan puasa tp saya kenal dia sudah lama dua tahunan saya kenal dia..", kata Marchelinta.

Sementara saat SI Online mengklarifikasi ke Ulil melalui pesan SMS ke nomor handphonenya ternyata failed (gagal). Pertanyaaan melalui twitter juga tidak ditanggapi. Hingga berita ini akan dimuat, SI Online kembali mencoba menghubungi Ulil. Hasilnya, "Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi".  Wallahu a'lam apa yang ada dalam pikiran Ulil. 


Munarman: Demi Rp 61 Miliar, Kelompok Kafirin & JIL Bernafsu Bubarkan FPI

JAKARTA (voa-islam.com) – Maraknya gerakan anti Front Pembela Islam (FPI) yang marak belakangan ini, ditengarai didanai oleh asing.
Secara gencar kelompok kafir dan liberal melakukan gerakan anti FPI mulai dari penghadangan hingga upaya pembunuhan para ustadz petinggi FPI.
Berdasarkan temuan FPI, kelompok liberal itu mendapatkan kucuran dana dari para donatur termasuk pihak asing kurang lebih sebesar 61 Miliar. Menurut Ketua DPP FPI Bidang Nahi Munkar, Munarman SH, informasi itu didapat dalam pembicaraan rapat internal di kalangan kelompok liberal dan para pendukungnya.
“Itu dari pembicaraan dalam rapat mereka sendiri, rapat tanggal 10 Februari di Daun Coffee kawasan Taman Ismail Marzuki,” ujar Munarman kepada voa-islam.com, Ahad (19/2/2012).
Menyikapi besarnya dana tersebut, Munarman merasa tidak heran, karena semua itu sudah sunnatullah, di mana orang-orang kafir menafkahkan hartanya untuk menghalangi dakwah.
“Bukankah dalam Al-Qur’an sudah disebutkan, ‘Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi orang dari jalan Allah.’ Jadi tidak usah heran,” jelasnya sembari mengutip Al-Qur'an surat Al-Anfal 36.
Para tokoh kafir dan liberal yang mendapat kucuran dana asing itu, lanjut Munarman, di antaranya adalah Guntur Romli dari kelompok liberal dan Tata yang mewakili Kristen dari Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Di antara oknum-oknum yang terlibat dalam rapat pembubaran FPI dengan mendapatkan kucuran dana 61 Miliar tersebut adalah gembong liberal Guntur Romli dan Tata yang merupakan perwakilan Kristen dari Kalteng,” pungkasnya. [ahmed widad]

Injil bertinta emas yang menyatakan ''Yesus yakin kedatangan Nabi Muhammad (SAW)'' ditemukan di Turki

Selasa, 28 Februari 2012 08:28:28
TURKI (Arrahmah.com) -  Sebuah Injil rahasia yang berisi pernyataan, Yesus (Isa 'alaihi salam) yakin tentang kedatangan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam (SAW) ke dunia ditemukan di Turki. Penemuan ini telah menjadi “perhatian serius” Vatikan.
Paus Benedict XVI mengatakan ingin “melihat” Kitab yang telah berusia sekitar 1.500 tahun itu, yang banyak orang mengklaim bahwa itu adalah Injil Barnabas, yang telah disembunyikan oleh negara Turki selama 12 tahun, seperti yang dilaporkan Daily Mail.
Kitab tersebut adalah salinan Injil yang ditulis dengan tinta emas, ditulis dalam bahasa yang diyakini bahasa asli Yesus, bahasa Aram (bahasa sekitar 3.000 tahun lalu yang mirip dengan bahasa Arab dan bahasa Ibrani –red), yang dilaporkan berisi ajaran-ajaran awal Yesus yang juga berisikan tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW.

Injil berbahasa Aram tersebut  teksnya ditulis pada kulit hewan, disampul oleh kulit hewan, ditemukan oleh polisi yang sedang melakukan operasi anti-penyelundupan pada tahun 2000.
Kitab Injil ini dijaga ketat hingga tahun 2010, ketika akhirnya diserahkan ke Musium Etnografi, dan akan segera ditampilkan kembali ke hadapan publik setelah sedikit perbaikan keamanan.

Satu lembar halaman fotocopy dari Injil tersebut dihargai hingga 1,5 juta poundsterling.
Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugul Gunay mengatakan bahwa Kitab itu bisa jadi adalah versi asli dari Injil, yang disembunyikan oleh Gerja-gereja Kristen karena kuatnya dalil yang berhubungan dengan Islam mengenai Yesus (Nabi Isa ‘alaihi salam).
Gunay juga mengatakan bahwa Vatikan telah membuat sebuah permohonan khusus untuk “melihat” naskah ayat dari Injil rahasia itu – sebuah ayat yang “kontroversial”, yang merupakan penguat dalil yang sejalan dengan keyakinan Islam, yang menyatakan dengan jelas dan terang memperlakukan YESUS SEBAGAI MANUSIA BUKAN TUHAN, yang tentu saja menolak keyakinan Trinitas dan kisah palsu penyaliban Yesus dan naskah ayat dalam Injil tersebut juga menyatakan bahwa Yesus menyatakan kabar kedatangan Nabi Muhammad SAW.
Dalam sebuah versi Injil, Yesus dikatakan telah berkata kepada seorang pendeta: “Bagaimana Mesiah disebut? Muhamamad adalah nama yang diberkati”.
Namun penemuan injil kuno berbahasa Aram ini menimbulkan banyak kontroversi tentang keaslian keseluruhan isi Injil tersebut. Belum ada yang dapat memastikan keaslian keseluruhan dari isi Injil ini, apakah seluruhnya memuat apa yang diajarkan Nabi Isa 'alaihi salam, atau telah ada perubahan padanya.
Sementara itu, Profesor teologi Turki Ömer Faruk Harman mengatakan kepada Daily Mail, bahwa harus melakukan penelitian ilmiah untuk mengklarifikasi apakah itu ditulis oleh Barnabas sendiri atau pengikutnya. Allahu A'lam. (siraaj/arrahmah.com)

Related Posts by Categories

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar