Spirit Kebangkitan Ummat

Selanjutnya akan datang kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudian belia SAW diam.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabarani) “Siapa saja yang melepaskan ketaatan, maka ia akan bertemu Allah pada hari kiamat tanpa memiliki hujjah. Dan siapa saja yang meninggal sedang di pundaknya tidak ada baiat, maka ia mati seperti mati jahiliyah (dalam keadaan berdosa).” (HR. Muslim). “Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan (memperlihatkan) bumi kepadaku. Sehingga, aku melihat bumi mulai dari ujung Timur hingga ujung Barat. Dan umatku, kekuasaannya akan meliputi bumi yang telah dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku….” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi) Abdullah Berkata, ”Pada saat kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba Rasulullah SAW ditanya, manakah di antara dua kota yang akan ditaklukkan pertama, Konstantinopel atau Roma(Italia). Rasulullah SAW bersabda: ”Kota Heraklius yang akan ditaklukkan pertama—yakni Konstantinopel.” (HR. Ahmad)

Minggu, 20 Mei 2012

Jenazah 2 Sahabat Nabi saw Utuh Setelah Ratusan Tahun

 
Jenazah 2 Sahabat Nabi saw Utuh Setelah Ratusan Tahun
 
Dikebumikan
Pada tahun 1932 (atau
tahun 1351H), raja Iraq yang
bernama Shah Faisal I
bermimpi dimana dalam
... mimpinya ia ditegur oleh
Hudhaifah al-Yamani (salah
seorang sahabat Nabi) yang
berkata:
“Wahai raja! Ambillah
jenazahku dan jenazah Jabir
al-Ansari (juga salah seorang sahabat nabi) dari tepian sungai
Tigris dan kemudian kuburkan kembali di tempat yang aman
karena kuburanku sekarang dipenuhi oleh air; kuburan Jabir juga
sedang dipenuhi oleh air.”
Mimpi yang sama terjadi berulang-ulang pada malam-malam
berikutnya akan tetapi raja Faisal I tidak peduli dengan mimpi itu
karena ia merasa ada hal-hal lain yang jauh lebih penting dalam
kehidupannya yang berupa urusan-urusan kenegaraan. Pada
malam ketiga Hudhaifa al-Yamani hadir dalam mimpi Mufti Besar
Iraq. Hudhaifa al-Yamani berkata dalam mimpi sang Mufti itu:
“Aku telah memberitahu raja dua malam sebelumnya untuk
memindahkan jenazahku akan tetapi tampaknya ia tidak peduli.
Beritahukanlah kepada raja agar ia mau sedikit berempati untuk
memindahkan kuburan-kuburan kami.”
Lalu setelah mendiskusikan masalah ini, raja Faisal, disertai oleh
Perdana Menteri dan Mufti Besar bermaksud untuk melaksanakan
tugas ini. Diputuskan bahwa Mufti Besar akan memberikan fatwa
mengenai hal ini dan Perdana Menteri akan memberikan
pernyataan kepada pers supaya semua orang tahu tentang
rencana besar ini. Kemudian diumumkan kepada umum bahwa
rencana ini akan dilangsungkan pada tanggal 10 Dzulhijjah
setelah shalat Dzhuhur dan Ashar. Kuburan kedua sahabat Nabi
itu akan dibuka dan jenazahnya (atau mungkin kerangkanya)
akan dipindahkan ke tempat lain.
Karena pada waktu itu sedang musim haji, maka para jamaah haji
juga ikut berkumpul di kota Mekah. Mereka meminta Raja Faisal I
untuk menunda rencana itu selama beberapa hari agar mereka
juga bisa melihat dengan mata kepala sendiri proses ekskavasi
dari kedua tubuh sahabat nabi itu. Mereka ingin agar proses
ekskavasi itu ditunda hingga mereka selesai beribadah haji.
Akhirnya Raja Faisal setuju untuk menangguhkannya dan
mengundurkannya hingga tanggal 20 Dzulhijjah.
Setelah shalat Dzuhur dan Ashar, pada tanggal 20 Dzulhijjah
tahun 1351 (Hijriah) atau tahun 1932 Masehi, orang-orang
berdatangan ke kota Baghdad. Yang datang bukan saja kaum
Muslimin melainkan juga kaum Non-Muslim. Mereka berkumpul di
kota Baghdad hingga penuh sesak. Ketika kuburan Hudzaifa al-
Yamani dibuka segera mereka melihat bahwa kuburan itu
dipenuhi air di dalamnya. Tubuh Hudzaifa al-Yamani diangkat
dengan menggunakan katrol dengan sangat hati-hati agar tidak
rusak dan kemudian jenazah yang tampak masih sangat segar itu
dibaringkan di sebuah tandu. Kemudian Raja Faisal beserta Mufti
Besar, Perdana Menteri dan Pangeran Faruq dari Mesir
mendapatkan kehormatan untuk mengangkat tandu itu
bersama-sama dan kemudian meletakkan jenazah segar itu ke
sebuah peti mati dati kaca yang dibuat khusus untuk menyimpan
jenazah-jenazah itu. Tubuh Jabir bin Abdullah Al-Ansari juga
dipindahkan ke peti mati dari kaca yang sama dengan cara yang
sama hati-hatinya dan dengan segenap penghormatan.
Pemandangan yang sangat menakjubkan itu sekarang sedang
dilihat oleh banyak orang laki-laki dan perempuan, muda dan tua,
miskin dan kaya, Muslim dan Non-Muslim. Kedua jenazah suci dari
sahabat sejati Nabi yang kurang dikenal kaum Muslimin ini
kelihatan masih segar dan tak tersentuh bakteri pengurai
sedikitpun. Keduanya dengan mata terbuka menatap kedepan
menatap kenabian yang mana keduanya membuat para
penonton terperangah dan tak bisa menutup mulutnya.
Kebisuan mengharu biru ...
Mereka seolah tak percaya atas apa yang mereka saksikan pada
hari itu.
Selain tubuh keduanya yang tampak segar bugar, juga peti mati
mereka yang juga tampak masih utuh dan baru; juga pakaian
yang mereka kenakan pada saat dikubur semuanya utuh dan
kalau dilihat sekilas seolah-olah kedua sahabat nabi dan
pahlawan Islam ini masih hidup dan hanya terbaring saja.
Kedua jasad suci ini akhirnya dibawa dan dikebumikan kembali di
kuburan yang baru tidak jauh dari kuburan sahabat sejati nabi
lainnya yaitu Salman Al-Farisi yang terletak di SALMAN PARK
kurang lebih 30 mil jauhnya dari kota Baghdad. Kejadian ajaib ini
sangat mengundang kekaguman para ilmuwan, kaum filsafat,
dan para dokter. Mereka yang biasanya sangat sering berkicau
memberikan analisa sesuai dengan bidangnya masing-masing,
kali ini tertunduk bisu terkesima dengan kejadian yang teramat
langka.
Salah satu dari mereka ialah seorang ahli fisiologis dari Jerman
yang kelihatan sekali sangat tertarik dengan fenomena ini. Ia
sangat ingin melihat kondisi tubuh jenazah kedua sahabat nabi
itu yang pernah dikuburkan selama kurang lebih 1300 tahun
lamanya. Oleh karena itu, ia serta merta langsung mendatangi
Mufti Besar Iraq. Sesampainya ia di tempat dimana peristiwa
akbar itu terjadi, ia langsung memegang kedua tangan sang Mufti
dengan eratnya sambil berkata:
“BUKTI APALAGI YANG BISA LEBIH MENGUATKAN BAHWA ISLAM
ITU BENAR. AKU SEKARANG AKAN MASUK ISLAM DAN TOLONG
AJARI AKU TENTANG ISLAM”
Di hadapan orang banyak beribu-ribu jumlahnya yang
menyaksikan dirinya, dokter dari Jerman itu menyatakan
keIslamannya. Demi melihat itu banyak orang lainnya yang
beragama Kristen atau Yahudi turut juga menyatakan diri sebagai
Muslim pada saat itu karena mereka telah melihat bukti yang
sangat nyata dipampangkan di depan mereka. Ini bukan yang
pertama dan terakhir. Masih banyak lagi kaum Nasrani dan
Yahudi serta dari agama lain yang berbondong-bondong masuk
Islam karena telah menyaksikan atau turut mendengar kejadian
aneh nan menakjubkan.
1 ·

Related Posts by Categories

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar