Spirit Kebangkitan Ummat

Selanjutnya akan datang kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudian belia SAW diam.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabarani) “Siapa saja yang melepaskan ketaatan, maka ia akan bertemu Allah pada hari kiamat tanpa memiliki hujjah. Dan siapa saja yang meninggal sedang di pundaknya tidak ada baiat, maka ia mati seperti mati jahiliyah (dalam keadaan berdosa).” (HR. Muslim). “Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan (memperlihatkan) bumi kepadaku. Sehingga, aku melihat bumi mulai dari ujung Timur hingga ujung Barat. Dan umatku, kekuasaannya akan meliputi bumi yang telah dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku….” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi) Abdullah Berkata, ”Pada saat kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba Rasulullah SAW ditanya, manakah di antara dua kota yang akan ditaklukkan pertama, Konstantinopel atau Roma(Italia). Rasulullah SAW bersabda: ”Kota Heraklius yang akan ditaklukkan pertama—yakni Konstantinopel.” (HR. Ahmad)

Rabu, 14 Desember 2011

Nasehat & Koreksi Kepada Syeikh Yusuf Al-Qardhawi, Pesan revolusi syaikh Usamah bin Ladin untuk umat Islam


 


                         Segala puji bagi Allah shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi, keluarganya, para shahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. Amma ba’du:

Para pembaca yang dirahmati Allah Ta'alaa:

Siapa tidak kenal Syeikh Yusuf Al-Qardhawi, seorang ulama besar yang dikenal kerap memunculkan fatwa-fatwa yang kontroversi, baru- baru ini keluar fatwa bahwa keberhasilan Qatar menjadi tuan rumah piala dunia 2022 merupakan kemenangan Islam, dan sebelumnya berfatwa bahwa penjajahan Rusia ke atas kaukakus boleh dan menganggap para mujahidin disana sebagai penjahat pembuat kerusakan, namun oleh sebagian pengikutnya yang fanatik dianggap sebagai ulama besar dan mungkin mujtahid dan mujahid.

Sebagian orang fanatik dengan fatwa-fatwanya dan seolah beliau tidak pernah melakukan kesalahan, bahkan masalah yang jelas dalam syariat dilarang dengan kepandaiannya berdalil seolah menjadi benar.

Disini kami ingin menyampaikan beberapa kesalahan dalam fatwa beliau, mudah-mudahan mereka yang fanatic bisa berpikir dengan jernih dan tidak mengkultuskan beliau sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.

Kami disini tidak bermaksud membenci beliau atau menjatuhkan kedudukannya sebagai seorang ulama, tapi kebenaran dari Allah Ta’ala tetaplah diatas segalanya.

Beberapa penyelisihan Syeikh Yusuf Al-Qardhawi kepada syariat Islam:

1- Figur yang mempengaruhi kepribadian Syeikh Yusuf Al-Qardhawi: Beliau berkata dalam sebuah konferensi pers dengan surat kabar Amerika Davis (disiarkan dalam sebuah buku dengan judul Islam dan barat):

Saya tumbuh disebuah sekolah yang berkhidmat kepada Islam – beliau mengklaim – bahwa sekolah ini dipimpin oleh seorang yang bersikap moderat dalam pemikiran, pergerakan, dan pergaulannya, yaitu Imam Syahid Hasan Albana dimana beliau sendiri adalah satu umat dari sisi ini, dimana beliau bermuamalah dengan seluruh manusia hingga sebagian penasihatnya adalah penganut kristen qibti dan memasukkan mereka dalam panitia politik dan menemani beliau dalam muktamar-muktamar dan berpendapat perlunya pendekatan dengan syi’ah).

2- Dakwah Syeikh Yusuf Al-Qardhawi untuk mencintai Ahlu Kitab dalam bukunya (Al-Halal wa Al-Haram).

3- Dakwah Syeikh Yusuf Al-Qardhawi untuk mendekatkan antara agama-agama:

Beliau berkata: (sungguh secara pribadi saya telah menyerukan dialog seperti ini dalam buku saya (Auliyat Al-Harakah Al-Islamiyah) saya menyerukan dialog dengan barat dan dialog dalam tingkatan agama dengan pemuka agama termasuk kardinal, uskup dan para pendeta….sebagaimana yang diusahakan oleh Hasan At-Turabi – sampai beliau berkata: - saya yakin dialog pada tingkatan agama, pemikiran dan politik seperti ini adalah dialog yang bermanfaat, dapat menghilangkan kebanyakan kebuntuan atau buruk sangka terhadap yang lain.

Saudara pembaca, bahwa dialog dan muktamar yang dihadiri oleh Syeikh Yusuf Qardhawi tujuannya bukan supaya orang yahudi dan kristen meninggalkan agama mereka dan mereka menerima Islam, bukan , hal ini tidak ada sebagaimana ditegaskan sendiri oleh Yusuf Al-Qardhawi dalam ucapannya: (kami berdialog dan setiap dari kami berpegang teguh dengan prinsipnya) diambil dari bukunya (Islam dan barat).

4- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi mengklaim bahwa jihad hanya defensive saja.

5- Syeikh Yusuf Al- Qardhawi tidak menganggap memerangi Yahudi karena akidah:

Beliau berkata: (jihad kita terhadap yahudi bukan karena mereka yahudi, sebagian ikhwah yang menulis dalam permasalahan ini dan membahas tentangnya menganggap bahwa kita memerangi yahudi karena mereka yahudi dan kami tidak sependapat, karena kami tidak memerangi yahudi karena akidah namun kami memerangi mereka karena tanah, kami tidak memerangi orang kafir karena mereka kafir tapi kami memerangi mereka karena mereka merampas tanah dan rumah kami dan mengambilnya tanpa alasan yang benar.

6- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi menganggap bahwa tanah lebih mahal dari akidah.

7- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi berpendapat bahwa kemajemukan agama untuk kebaikan manusia:

Beliau berkata: (tidak ada masalah dengan berbagai agama dan peradaban dan budaya dan hendaklah hubungan diantara mereka hubungan dialog bukan hubungan konflik) (sumber yang sama).

8- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi tidak mendoakan keburukan untuk orang Nasrani:

Dalam sebuah perjumpaan dengan surat kabar Qatar Al-Wathan: beliau mengatakan: (saya dalam masjid berdoa untuk orang-orang Nasrani dan berkata: Ya Allah binasakan orang kristen Serbia yang membawa ruh salibis, saya tidak mendoakan kebinasaan kepada orang nasrani secara umum).

9- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi berpendapat bahwa demokrasi adalah Syura:

Beliau berkata: (Demokrasi didalamnya terdapat jaminan kebebasan dan metode untuk menghancurkan para penguasa yang zalim, dan itu politik syar’ie yang memiliki pintu yang lebar dalam fikih Islam, maka Syura dan demokrasi ibarat uang logam yang memiliki dua sisi) (surat kabar Asy-Syarq edisi: 2719).

10- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi menyerukan untuk mencalonkan wanita sebagai anggota dewan:

Beliau berkata: (saya berpendapat bahwa tidak ada halangan seorang wanita menjadi anggota dewan perwakilan rakyat dalam parlemen sebagaimana mereka berhak ikut dalam memilih anggota dewan ini) (surat kabar Al-Wathan edisi: 49).

11- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi memuji Israel:

Beliau berkata: (bangsa Arab dulu menggantungkan harapannya kepada kemenangan Perez dan Perez telah jatuh dan ini yang dipuji untuk Israel, kita berangan Negara kita seperti Negara ini karena adanya kelompok kecil satu orang jatuh dan rakyat yang berkuasa, ….. seandainya Allah menampakkan dirinya pada manusia pasti tidak mendapatkan nisbat seperti ini, kita mengucapkan selamat kepada Israel atas apa yang dilakukannya). (rekaman suara).

Syeikh Utsaimin rahimahullah ditanya tentang perkataan Al-Qardhawi: seandainya Allah …

Maka beliau menjawab: (kita berlindung kepada Allah, ini wajib atasnya untuk bertaubat kalau tidak maka dia murtad karena menjadikan makhluk lebih tinggi dari Sang Pencipta, maka dia harus bertaubat kepada Allah, jika dia bertaubat maka Allah akan menerimanya, jika tidak maka dwajib atas penguasa muslim untuk menebas lehernya) (rekaman suara).

12- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi berpendapat perpecahan dan kelompok merupakan jaminan keamanan:

Beliau berkata: (bahwa kemajemukan ini terkadang menjadi keharusan di zaman ini karena mewakili jaminan keamanan dari kekuasaan individu atau kelompok tertentu dan kekuasaan mereka atas seluruh manusia)(surat kabar Ar-rayah edisi: 4721).

13- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi dan sikapnya terhadap pemahaman Salaf terhadap Al-Qur’an:

Beliau berkata dalam bukunya (Bagaimana kita berinteraksi dengan Al-Qur’an hal:19): tidak sepatutnya kita menerapkan atasnya pemikiran atau pemahaman zaman tertentu).

14- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi berpendapat bahwa bantahan terhadap para pentakwil sifat-sifat Allah dan para pengingkarnya melemahkan barisan umat dan menguatkan para musuh:

Beliau berkata dalam bukunya (Wujud Allah hal 6): peperangan kita bukanlah dengan mereka yang mentakwilkan sifat-sifat Allah Ta’alaa tetapi dengan yang mengingkari Allah secara keseluruhan, dan segala macam upaya untuk merubah peperangan ini dari garis yang ada dianggap sebagai pelemahan terhadap barisan dan lari dari pertempuran dan menguatkan musuh.

15- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi menuduh ulama umat Islam jumud dan kaku dan menganggap sejumlah para penulis dan pengikut akal dan ahli bid’ah sebagai orang jenius:

Beliau berkata dalam bukunya (Al-Ijtihad dalam Syariah Islam hal:47): kami melihat hari ini beberapa ulama yang kaku terhadap nas-nas yang dengan itu berfatwa kepada umat – mengeluarkan zakat fitri dari makanan pokok negeri – dan melarang sama sekali mengeluarkan zakat dengan sejumlah uang.

16- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi dan hari-hari raya bid’ah:

Beliau berkata dalam surat kabar Ar-Rayah edisi 597: (perayaan hari kelahiran saya tidak mengatakannya haram akan tetapi semacam taklid buta kepada orang barat dalam adat kebiasaan mereka).

Para pembaca, saya kira ada pertentangan dalam ucapan yaitu Syeikh Qardhawi tidak mengharamkan perayaan dengan hari raya tersebut, tetapi hanya termasuk taklid buta kepada barat oleh itu bisa jadi beliau tidak menganggap taklid kepada orang kafir tidak haram.

17- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi menghadiri perayaan memperingati kematian Khomeini: surat kabar Qatar Asy-Syarq tanggal 17/1/1417H: (perayaan tersebut dihadiri oleh para tamu termasuk Syeikh Qardhawi).

18- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi dan seruannya kepada pendekatan antara sunah dan syi’ah:

Beliau menyampaikan kuliah dalam perkumpulan para alumni (surat kabar Akhbarul Al-Khalij tanggal 20/9/1998): Beliau mengisyaratkan kepada sikap Islam dan toleransinya terhadap mazhab-mazhab suni dan lainnya termasuk syi’ah, zaidiyah dan ibadhiyah dan berkata: kami tidak merasa sempit dengan perbedaan mazhab sebagaimana islam tidak merasa sempit dengan perbedaan agama karena perbedaan merupakan keharusan terutama dalam masalah furu sebagian permasalahan dan dalam sebagian furu’ akidah karena perkara asasnya – alhamdulillah – disepakati maka kita semua adalah penganut agama satu dan kiblat yang satu, bisa jadi perbedaannya seputar perkara yang berkaitan dengan perbuatan hamba dan tanggung jawab mereka atas perbuatan mereka, dan permasalahan ma’sumnya para imam disisi syi’ah dan imamiyah secara dzatnya pemahaman furu’ dalam akidah tetapi tetap saja dasar-dasarnya disepakati bersama maka tidak mengapa ada perbedaan seperti ini karena perbedaannya dalam masalah furu’ dan bisa dikumpulkan semuanya di atas satu makna.

19- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi menghalalkan nyanyian (kitab Al-Halal wa Al-Haram hal 391).

20- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi menghalalkan hadir dalam acara yang dihidangkan disana minuman keras:

(Beliau berpendapat bahwa setiap perkara pada dasarnya seorang pengundang dalam acara seperti ini hendaklah menghormati kekhususan kaum muslimin dengan menjauhkan mereka dari setiap yang diharamkan dalam agama mereka, tetapi jika itu sulit maka keperluan dapat membolehkan hal yang diharamkan seperti ini).

21- Syeikh Yusuf Al-Qardhawi mengizinkan putrinya kuliah di universitas barat yang ikhtilat.

Penentangan ini diambil dari kitab; (Raf’ul Litsam ‘an Mukhalafatil Al-Qardhawi li Syari’atil Islam) pengarang: Ahmad bin Muhammad Al’Udaini.

Wallahu A"lam bishowab:
(ar/voa-islam.com)

Pesan revolusi syaikh Usamah bin Ladin untuk umat Islam

Muhib Al-Majdi
Rabu, 18 Januari 2012
(Arrahmah.com) – Dua minggu setelah syahidnya syaikh Usamah bin Ladin, yayasan media As-Sahab merilis pesan audio beliau. Ceramah enam menit yang direkam sebelum beliau syahid tersebut berbicara tentang revolusi yang tengah marak di dunia Arab. Bagaimana pandangan beliau mengenai revolusi di dunia Arab? Apa pesan dan nesehat beliau untuk kaum muslimin terkait dengan revolusi tersebut? Berikut terjemahan pesan beliau yang diambil dari forum Anshar Media.

Yayasan Media As-Sahab
16 Jumadi Tsaniyah 1432 H
19 Mei 2011 M
Mempersembahkan

Pesan syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah untuk umat Islam
Tentang revolusi di negeri-negeri kaum muslimin

Segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, meminta pertolongan-Nya, dan meminta ampunan-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, niscaya tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa disesatkan oleh Allah, niscaya tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.
Saya bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya.
Amma ba’du…
Wahai umatku, umat Islam. Kami mengikuti bersamamu peristiwa sejarah yang besar ini. Kami menyertaimu dalam kegembiraan, keceriaan, kebahagian, dan suka cita. Kami gembira karena kegembiraanmu, dan kami bersedih karena kesedihanmu. Kami sampaikan ucapan selamat kepadamu atas kemenangan-kemenenganmu, semoga Allah menerima para syudaha’mu, menyembuhkan orang-orang yang terluka di antaramu, dan membebaskan orang-orang yang tertawan di antaramu.
Wa ba’du…

Hari-hari baru terbit dengan kemuliaan pemeluk Islam
para penguasa di negeri-negeri Arab bersembunyi
singgasana kekuasaan telah dilipat hingga datang
kepada kita berita harapan kabar gembira dan panji-panji kemenangan

Umat Islam telah lama menghadapkan muka mereka, menunggu-nunggu kemenangan yang berita-berita gembira tentang kedatangannya mulai nampak dari Timur (Afghanistan, pent). Ternyata matahari revolusi terbit dari sebelah Barat (Tunisia lalu Mesir, pent). Revolusi mulai memancarkan sinarnya di negeri Tunisia, maka umat Islam menyambutnya dengan suka cita, wajah bangsa-bangsa muslim berseri ceria karenanya. Adapun kerongkongan para penguasa tercekik dan bangsa Yahudi gemetar ketakutan karena telah dekatnya janji-janji (kemenangan Islam atas mereka, pent). Dengan tumbangnya sang taghut (diktator), runtuh pula makna kehinaan, ketertundukan, ketakutan, dan kemunduran. Sebaliknya bangkitlah makna kebebasan, kemuliaan, keberanian, dan kesiapan untuk maju. Maka angin perubahan bertiup kencang demi menginginkan kemerdekaan. Tunisia telah menjadi pelopor atas hal itu. Lalu secepat kilat, para ksatria negeri Kinanah (Mesir, pent) mengambil bara api (contoh, pent) dari para revolusioner Tunisia ke lapangan At-Tahrir. Maka terjadilah revolusi yang besar? Revolusi apakah gerangan?
Revolusi penentuan nasib bagi seluruh Mesir dan segenap umat Islam jika mereka berpegang teguh dengan tali agama Allah. Revolusi ini bukanlah revolusi makanan dan pakaian. Ia adalah revolusi kemuliaan dan harga diri, revolusi pengorbanan, menerangi seluruh kota dan desa sungai Nil dari wilayah dataran rendah hingga dataran tinggi. Maka kemuliaan putra-putra Islam mulai terlihat. Jiwa-jiwa mereka merindukan kejayaan nenek moyang mereka. Mereka memungut di lapangan At-Tahrir Kairo bara api untuk mengalahkan pemerintahan-pemerintahan yang lalim. Mereka tegak melawan kebatilan. Mereka angkat tinggi-tinggi kepalan tangan mereka sebagai perlawanan terhadap kebatilan. Mereka tiada gentar terhadap tentara kebatilan. Mereka saling berjanji dan mereka meneguhkan janji tersebut. Tekad mereka telah bulat, lengan tangan mereka saling menopang, dan revolusi pun menjanjikan kemenangan.
Kepada mereka, para revolusioner yang merdeka, di seluruh negara…
Pegang teguhlah oleh kalian kendali inisiatif! Waspadailah diplomasi (dengan pemerintahan   zalim nan kafir, pent)! Karena sesungguhnya tidak ada jalan tengah antara pengikut kebenaran dan pengikut kesesatan. Sekali-kali tidak mungkin ada.
Ingatlah oleh kalian bahwa Allah telah mengaruniakan kepada kalian hari-hari yang masih akan ada kelanjutannya. Kalianlah para ksatria berkuda dan komandannya. Di tangan kalianlah tali kekang dan kendali urusannya. Umat Islam ‘menabung’ kalian untuk peristiwa yang besar ini, maka sempurnakanlah perjalanan dan janganlah kalian gentar dengan kesulitan yang bakal menghadang.
Perjalanan menuju tujuan telah dimulai
Orang merdeka maju ke depan dengan tekad bulat
Jika orang merdeka telah mulai menempuh jalan
Tak kan pernah merasa lelah atau berhenti

Sekali-kali ia tidak akan berhenti sehingga tujuan-tujuan yang direncanakan telah tercapai dan harapan-harapan yang dicanangkan telah tergapai, dengan izin Allah SWT. Revolusi kalian adalah poros mesin gilingan dan tempat penggantungan harapan orang-orang yang tertindas dan terluka. Kalian telah membebaskan dari umat ini banyak penderitaan yang berat ---semoga Allah membebaskan kalian dari berbagai penderitaan---, dan kalian telah merealisasikan banyak harapan besar ---semoga Allah SWT merealisasikan harapan-harapan kalian---.

Jalan tegak seperti halte bagi kalian
Keputus asaan di belakang, harapan di depan
Kemuliaan dikembalikan dengan darah, sebagaimana ia dirampas dengan darah
Singga pemberani mati demi membela sarangnya
Siapa mengorbankan nyawanya yang berharga demi Rabbnya
Tuk melawan kebatilan mereka, bagaimana ia akan dicela?

Wahai putra-putra umatku, umat Islam…
Di depan kalian ada perempatan jalan-jalan yang genting dan kesempatan sejarah yang agung lagi jaran terjadi, untuk membangkitkan umat Islam dan membebaskan diri dari peribadatan kepada hawa nafsu para penguasa, undang-undang positip, dan hegemoni Barat.
Merupakan sebuah dosa besar dan kebodohan yang besar apabila kesempatan yang telah ditunggu-tunggu oleh umat Islam sejak banyak dekade ini berlalu sia-sia belaka. Maka pergunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin! Hancurkanlah patung-patung dan berhala-berhala! Tegakkanlah keadilan dan keimanan!
Dalam kesempatan ini, saya mengingatkan orang-orang yang jujur (tulus berjuang untuk Islam, pent) bahwa membentuk sebuah majlis yang memberikan pendapat dan musyawarah kepada bangsa-bangsa muslim dalam seluruh aspek yang urgen merupakan sebuah kewajiban syar’i. Kewajiban itu lebih tegas lagi atas diri para aktivis Islam yang memiliki ghirah, yang sejak lama mereka telah memberi nasehat urgensi mencabut pemerintahan-pemerintahan yang zalim ini sampai ke akar-akarnya.
Para aktivis Islam tersebut memiliki tingkat kepercayaan (dukungan) yang luas di kalangan kaum muslimin. Maka mereka harus memulai program ini dan mengumumkannya dengan segera, jauh dari dominasi para penguasa diktator. Mereka harus harus membuat ‘kamar operasi’ (lembaga riset dan litbang, pent) yang memantau (mengikuti) perkembangan kejadian agar bekerja melalui langkah-langkah yang seimbang (terukur) yang mencakup seluruh kebutuhan umat Islam. Mereka harus mengambil manfaat dari saran-saran para tokoh cendekiawan umat ini, dan meminta bantuan lembaga-lembaga kajian yang profesional serta orang-orang bijak nan ahli umat ini untuk menyelamatkan umat ini yang tengah berjuang dalam rangka menjatuhkan para penguasa taghut, sedang putra-putra umat ini menghadapi berbagai pembantaian. Mereka harus membimbing dan mengarahkan bangsa-bangsa muslim ---yang tengah berjuang untuk menjatuhkan penguasa dan pilar-pilarnya--- dengan langkah-langkah yang seharusnya (tepat) untuk melindungi revolusi ini dan merealisasikan tujuan-tujuannya.
Demikian juga wajib saling membantu dengan bangsa-bangsa yang belum memulai revolusi, untuk menentukan hari H dan apa yang harus dikerjakan sebelumnya. Sebab, keterlambatan akan menyebabkan hilangnya kesempatan. Sebaliknya, tergesa-gesa sebelum saatnya hanya akan menambah jumlah korban. Saya perkirakan angin perubahan akan melanda seluruh dunia Islam, dengan izin Allah. Maka para pemuda wajib mempersiapkan hal-hal yang semestinya untuk menghadapi peristiwa tersebut. Janganlah mereka memutuskan sebuah perkara sebelum mereka bermusyawarah dengan para ahli yang berpengalaman lagi jujur, yang jauh dari solusi-solusi ‘titik temu’ (saling menguntungkan dengan taghut, pent) dan berkompromi dengan para penguasa zalim. Dalam syair (karya al-Mutanabbi, pent) telah disebutkan:
Gagasan itu mendahului keberanian seorang pemberani
Gagasan yang pertama, keberanian yang kedua

Wahai umatku, umat Islam…
Sejak beberapa decade yang lalu, engkau telah menyaksikan banyak revolusi. Masyarakat menyambutnya dengan gembira, namun tak lama sesudah itu justru merasakan bencana-bencananya. Jalan untuk menjaga umat ini dan revolusinya pada hari ini dari kesesatan dan kegelapan adalah memulai dengan revolusi kesadaran dan meluruskan pemahaman-pemahaman dalam seluruh bidang kehidupan, apalagi bidang-bidang pokok. Bidang yang paling penting adalah rukun Islam yang pertama, dan sebaik-baik buku yang ditulis dalam hal itu adalah kitab ‘Mafahim Yanbaghi an Tushahhah’ (Konsep-konsep yang seharusnya diluruskan) karya syaikh Muhammad Qutub.
Lemahnya kesadaran kebanyakan putra umat ini yang timbul dari wawasan yang keliru yang disebar luaskan oleh para penguasa sejak dekade yang lama, merupakan musibah terbesar. Musibah-musibah lain yang menimpa umat ini hanyalah salah satu buah yang pahit dari buah-buah musibah terbesar ini. Itulah wawasan kerendahan, keterbudakan, ketundukan, dan ketaatan mutlak kepada para penguasa ----sebuah bentuk peribadatan kepada para penguasa selain peribadatan kepada Allah--- mengalah kepada para penguasa dalam hak-hak dunia dan agama yang paling urgen; menjadikan nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan tokoh-tokoh berkisar pada poros penguasa…telah menjadikan manusia kehilangan kemanusiaannya, menjadikannya berlari di belakang penguasa dan keinginan-keinginan penguasa, tanpa sadar atau mengetahui duduk perkaranya, sehingga ia menjadi sekedar pengekor, jika masyarakat baik maka ia ikut-ikutan baik, jika masyarakat buruk maka ia ikut-ikutan buruk. Ia menjadi barang dagangan yang murah, penguasa berbuat kepadanya semuanya sendiri. Mereka adalah para korban kezaliman dan penindasan di negeri-negeri kita. Para penguasa mengeluarkan mereka agar mereka meneriakkan (yel-yel dukungan, pent) kepada para penguasa tersebut dan berdiri dalam parit (kelompok pendukung) para penguasa tersebut.
Para penguasa telah berusaha untuk membuat rakyat melepaskan hak terpenting yang telah Allah berikan kepada mereka. Para penguasa meniadakan akal sehat umat ini dan meminggirkan peranannya dalam seluruh bidang kehidupan yang penting melalui pengerahan usaha intensif lembaga-lembaga keagamaan negara dan media massa negara yang menetapkan keabsahan pemerintahan para penguasa tersebut. Mereka ‘menyihir’ mata, akal, dan keinginan rakyat. Mereka melaris-maniskan ‘pemberhalaan’ penguasa. Mereka membangunkan pondasi keabsahan pemerintahan para penguasa tersebut secara dusta, atas nama agama dan tanah air. Mereka menanamkan hal itu dalam hati rakyat, agar rakyat menghormati para penguasa, orang-orang tua menganggap kesuciannya, dan anak-anak tidak selamat darinya. Padahal anak-anak tersebut adalah amanah di pundak kita, dan mereka dilahirkan di atas fitrah. Para penguasa membunuh fitrah anak-anak tanpa perasaan dan tanpa kasih sayang. Orang tua memasuki masa jompo di atas keadaan seperti itu dan anak-anak tumbuh dewasa dalam suasana itu pula. Para taghut semakin melampaui batas dan kaum yang tertindas semakin tertindas. Maka apalagi yang kalian tunggu?
Maka selamatkanlah diri kalian dan anak-anak kalian! Kesempatan emas telah muncul, terkhusus lagi setelah para pemuda umat ini menanggung resiko-resiko revolusi ini dan musibah-musibahnya, peluru taghut dan siksaannya. Para pemuda itu telah membukakan jalan dengan pengorbanan-pengorbanan mereka. Mereka membangun jembatan kemerdekaan dengan darah-darah mereka. Para pemuda yang usianya masih belia. Mereka menceraikan dunia kehinaan dan penindasan. Mereka meminang kemuliaan atau kuburan (kematian). Apakah para penguasa telah sadar bahwa rakyat telah keluar, dan sekali-kali mereka tidak akan kembali, sehingga mereka berhasil merealisasikan janji-janji dengan izin Allah SWT.
Sebagai penutup pesan ini…
Sesungguhnya kezaliman besar di negeri-negeri kita telah mencapai tarap yang demikian besar. Kita  terlalu terlambat dalam mengingkari dan merubahnya. Barangsiapa sudah memulai (mengingkari dan merubah kezaliman besar tersebut), hendaklah ia menyelesaikannya, semoga Allah menolongnya. Dan barangsiapa belum memulai, hendaklah ia menyiapkan perbekalan untuk menghadapinya! Renungkanlah hadits shahih bahwa Rasulullah SAW bersabda:
 مَا مِنْ نَبِيٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ فِي أُمَّةٍ قَبْلِي إِلَّا كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوفٌ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا لَا يُؤْمَرُونَ فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنْ الْإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ
“Tiada seorang nabi pun yang Allah utus pada umat sebelumku, melainkan ia memiliki hawarriyun (para pendukung utama) dan sahabat-sahabat dari kalangan umatnya. Mereka mengambil sunah nabi tersebut dan mengikuti perintahnya. Setelah mereka berlalu, maka muncul beberapa generasi yang mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan, dan mengerjakan apa yang tidak diserahkan kepada mereka. Barangsiapa berjihad melawan mereka dengan tangannya, maka ia adalah seorang mukmin. Barangsiapa berjihad melawan mereka dengan lisannya, maka ia adalah seorang mukmin. Dan barangsiapa berjihad melawan mereka dengan hatinya, maka ia adalah seorang mukmin. Di balik itu tiada keimanan lagi walau sebesar biji sawi.” (HR. Muslim)
Beliau SAW juga bersabda:
 سَيّدُ الشّهُداءِ حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمطّلِبِ ، وَرَجُلٌ قامَ إِلى إِمامِ جائِزٍ ، فَأَمَرَهُ وَنَهاهُ فَقَتَلَهُ
“Pemimpin para syuhada’ adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan seorang laki-laki yang melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar kepada penguasa yang zalim, maka penguasa itu membunuhnya.” (HR. Al-Hakim)
Saya ucapkan selamat bagi siapa yang keluar dengan niat yang agung ini. Jika ia terbunuh, maka ia menjadi pemimpin para syuhada’. Dan jika ia hidup, maka ia mulia dan Berjaya. Maka perjuangkanlah kebenaran dan janganlah menghiraukan resikonya!
Mengatakan kebenaran kepada taghut
Adalah kemuliaan dan kabar gembira
Itulah jalan kemuliaan di dunia
Dan jalan kebahagiaan di akhirat
Jika mau, silahkan mati sebagai budak
Dan jika mau, silahkan mati sebagai orang merdeka

Ya Allah, berikanlah kemenangan yang nyata kepada orang-orang yang berjuang untuk menegakkan agama-Mu! Karuniakanlah kesabaran, ketepatan, dan keyakinan kepada mereka!
Ya Allah, realisasikanlah untuk umat ini perkara yang lurus, dengannya orang-orang yang mentaati-Mu dimuliakan dan orang-orang yang mendurhakai-Mu dihinakan, perbuatan yang ma’ruf diperintahkan dan perbuatan yang mungkar dilarang
Wahai Rabb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari api neraka!
Ya Allah, kuatkanlah orang yang lemah di antara kami, sembuhkanlah orang yang terluka di antara kami, dan teguhkanlah pijakan kaki kami!
Ya Allah, hancurkanlah para pemimpin kezaliman, lokal maupun internasional, dan menangkanlah kami atas kaum yang kafir.
Akhir doa kami adalah segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

(muhib al-majdi/arrahmah.com)

Related Posts by Categories

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar