Spirit Kebangkitan Ummat

Selanjutnya akan datang kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudian belia SAW diam.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabarani) “Siapa saja yang melepaskan ketaatan, maka ia akan bertemu Allah pada hari kiamat tanpa memiliki hujjah. Dan siapa saja yang meninggal sedang di pundaknya tidak ada baiat, maka ia mati seperti mati jahiliyah (dalam keadaan berdosa).” (HR. Muslim). “Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan (memperlihatkan) bumi kepadaku. Sehingga, aku melihat bumi mulai dari ujung Timur hingga ujung Barat. Dan umatku, kekuasaannya akan meliputi bumi yang telah dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku….” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi) Abdullah Berkata, ”Pada saat kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba Rasulullah SAW ditanya, manakah di antara dua kota yang akan ditaklukkan pertama, Konstantinopel atau Roma(Italia). Rasulullah SAW bersabda: ”Kota Heraklius yang akan ditaklukkan pertama—yakni Konstantinopel.” (HR. Ahmad)

Selasa, 20 Desember 2011

Tunisia: Hizbut Tahrir Perkenalkan Rancangan Konstitusi Khilafah bagi Umat Islam Secara Masif di Seluruh Kota di Bumi Inspirator Revolusi Arab

Tunisia: Hizbut Tahrir Perkenalkan Rancangan Konstitusi Khilafah bagi Umat Islam Secara Masif di Seluruh Kota di Bumi Inspirator Revolusi Arab  

 

Syabab.Com - Media-media sekuler Barat akan berpikir-pikir lagi untuk mengungkap fakta kebenaran tentang kebangkitan Islam, terutama di Tunsia, negara inspirator revolusi di dunia Muslim. Ternyata arah revolusi di negeri benua Afrika itu benar-benar mengarah kepada Islam. Seruan penegakkan Khilafah, serta panji-panjinya berkibar di seluruh negeri. Ketika para anggota legislatif memikirkan tentangan konstitusi baru bagi Tunisia, para pemuda Hizbut Tahrir setempat malah gencar men-sosialisasikan konstitusi atau UUD Islam yang telah dibuat jauh-jauh sebelum revolusi Tunisia muncul. Bahkan belakangan ini rancangan konstitusi Negara Khilafah yang bersumber dari al-Quran dan Sunnah itu terus disosialisasikan kepada masyarakat luas di kota-kota maupun daerah di seluruh Tunisia.

Salah satu partai politik Islam global yang sangat aktif di bumi revolusi itu adalah Hizbut Tahrir, sebuah gerakan yang menyerukan solusi Khilafah bagi Tunisia dan negeri-negeri Muslim lainnya. Ketika para politisi membicarakan konstitusi apa yang diterapkan, maka para pemuda Hizbut Tahrir secara masif melakukan sosialisasi Konstitusi Negara Khilafah di setiap tempat.

Panji-panji Rasulullah, al-liwa dan ar-royah, bendera putih dan hitam yang bertuliskan "laa ilaaha illallah muhammad rasulullah", bendera Khilafah masa depan itu pun berkibar disetiap acara yang digelar oleh para pemuda, baik di jalan-jalan, di depan masjid, di depan kampus, atau pun di tempat keramaian lainnya. Mereka membagian buku rancangan Konstitusi Negara Khilafah secara cuma-cuma serta menjelaskannya kepada masyakarat. Rakyat Tunisia pun sangat antusias mempelajari konstitusi yang ditawarkan Hizbut Tahrir ini.

Memang sejak meletusnya pergolakan yang dimulai di Tunisia, para pemuda di sana sudah mulai menyerukan yel-yel "Ummat menginginkan Khilafah". Mereka juga membawa panji-panji Rasulullah Saw itu ke jalan-jalan di ibu kota. Sayang, kejadian tersebut sulit ditemukan di media sekuler Barat, karena memang pemberitaan media yang masih berpihak kepada sekuler Barat.

Namun, seiring berjalannya waktu dan berkembangnya media teknologi informasi, para pemuda Hizbut Tahrir pun menggunakan media alternatif dunia maya untuk meneruskan informasi dan berbagai kegiatannya. Maka, seruan-seruan Khilafah di bumi Tunisia pun digelorakan oleh para pemuda Tunisia, baik melalui media facebook atau youtube.

Saking gencarnya seruan Khilafah yang terus dikampanyekan gerakan-gerakan Islam tersebut, langsung atau tidak, sampai-sampai mempengaruhi para politisi di Tunisia. Sebut saja, Jebali, salah seorang pejabat Partai An-Nahdhah sempat menyebutkan pembentukan kembali Khilafah keenam, yang membuat berang para politisi sekuler.

"Sesungguhnya kembalinya Islam ke dalam kehidupan, pemerintahan, kedaulatan tidak ada kecuali dengan Negara yang menjadikan aqidah Islam sebagai asas bagi Undang-Undang Dasar dan Konstitusi," kata seorang pemuda Hizbut Tahrir menegaskan di hadapan masyarakat.

"Wahai orang-orang yang kami cintai, sesungguhnya Hizbut Tahrir menawarkan kepada Anda dengan kemuliaan orang-orang Mukmin yang terpercaya Konstitusi yang terletak di tangan-tangan Anda, sebuah konstitusi yang diambil dari al-Quran dan Sunnah yang kami usulkan bagi para ulama, para fuqoha, para ahli untuk memasukkannya ke dalam penerapan. Konstitusi yang menjadikan hakim di dalamnya bagi Allah semata bukan yang lainnya dari para despotik," lanjutnya lagi.
Tampak, di beberapa tempat, para pemuda Hizbut Tahrir berinteraksi dengan masyarakat, berdiskusi tentang rancangan Konstitusi Negara Khilafah tersebut. Mulai dari kalangan intelektual, para pemuda, termasuk masyarakat biasa ikut serta memahami konstitusi yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah tersebut.
Beberapa kegiatan lanjutan, mulai dari seminar, diskusi publik, hingga ceramah-ceramah terus berlanjut. Tunisia, benar-benar telah menjadi negara inspirator kebangkitan rakyat di dunia Arab, yang menginspirasi rakyat Mesir dan Libya untuk menumbangkan rezim diktator hingga tumbang. Kini, Tunisia pun menjadi inspirator untuk menerapkan konstitusi berdasarkan syariah Islam. Semoga, ini semua menjadi pertanda semakin dekatnya pertolongan Allah berupa kemenangan Islam dengan tegaknya kembali Khilafah Rasyidah yang kedua. Amin. [m/f/hizb.tahrir.tounes/syabab.com]

Related Posts by Categories

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar